PALU,netiz.id — Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Wiwik Jumatul Rofiah, menyoroti minimnya perhatian terhadap program perlindungan anak dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini bidang perlindungan anak belum mendapatkan alokasi anggaran yang memadai.
Menurut Bunda Wiwik sapaan akrabnya, dalam struktur pemberdayaan perempuan dan anak terdapat tiga bidang utama. Namun saat dilakukan penelusuran, khusus pada bidang perlindungan anak justru tidak ditemukan satu pun program yang dianggarkan.
“Saya mencoba mengadvokasi bidang perlindungan anak, tetapi ternyata tidak ada satu rupiah pun anggaran dan tidak ada program di bidang itu. Padahal isu perlindungan anak sangat penting, terutama dalam upaya penguatan kualitas keluarga,” ujar Bunda Wiwik pada Selasa (09/12/25).
Ia mengaku telah mempertanyakan langsung kondisi tersebut kepada bidang terkait. Namun, jawaban yang diterima menunjukkan bahwa kebijakan program sangat bergantung pada pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing.
Wiwik menegaskan bahwa isu perlindungan anak seharusnya menjadi prioritas, mengingat hal tersebut juga tercantum dalam visi dan misi pertama Gubernur Sulawesi Tengah. Karena itu, ia berharap pada perubahan anggaran ke depan, perhatian terhadap perlindungan anak dapat diperkuat.
“Mudah-mudahan pada perubahan nanti ini bisa diperbaiki. Karena saat rapat komisi, hal ini juga sudah kami sampaikan dan dilaporkan ke Badan,” pungkasnya.
Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, kata Wiwik, akan terus mengawal kebijakan yang berpihak pada perlindungan anak dan penguatan keluarga demi menciptakan generasi yang berkualitas di masa depan. (KB)




