MOROWALI,netiz.id – Pemerintah Kabupaten Morowali, tengah berupaya meminimalisir dan menangani lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang terus meningkat. Peningkatan kasus ini diduga dipicu oleh polusi udara yang berasal dari aktivitas industri di wilayah tersebut.
Sebagai daerah dengan pendapatan daerah yang cukup tinggi, Kabupaten Morowali memiliki kawasan industri yang luas. Namun, dampak dari aktivitas industri ini menyebabkan pencemaran udara, khususnya di wilayah lingkar industri, yang berkontribusi terhadap meningkatnya kasus ISPA di Bumi Tepeasa Moroso.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tahun 2024 yang diperoleh media ini, jumlah penderita ISPA di Kabupaten Morowali tercatat sebanyak 57.190 kasus. Sementara itu, total kasus ISPA di seluruh Provinsi Sulawesi Tengah mencapai 305.191 kasus. Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan 262.160 kasus.
Menanggapi hal tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Morowali, Yusman Mahbub, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah strategis dalam menangani kasus ISPA. Pemerintah daerah, melalui Dinas Kesehatan, telah menggandeng sejumlah dokter ahli untuk memberikan penanganan medis kepada masyarakat terdampak.
“Dampaknya cukup besar. Di Kabupaten Morowali, penyakit yang paling banyak terjadi adalah ISPA,” ujar Yusman kepada media ini, Kamis, (30/01/25)
Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua KONI Kabupaten Morowali itu mengungkapkan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi serta Pemerintah Pusat untuk mengatasi dampak polusi udara yang berkontribusi terhadap tingginya kasus ISPA di Morowali.
Pemerintah Kabupaten Morowali berharap upaya penanganan yang dilakukan dapat menekan angka kasus ISPA dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak langsung oleh aktivitas industri. (KB/*)




