PALU,netiz.id — Gubernur Sulawesi Tengah mendorong penguatan peran lembaga adat dalam menjaga harmoni sosial serta melestarikan budaya lokal. Penegasan ini disampaikan melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dr. Fahrudin, saat membuka Rapat Sinkronisasi Program Pelibatan Lembaga Adat dengan Pemerintah Daerah pada Kamis (11/12/25) di Hotel Swiss-Bel.
Membacakan sambutan tertulis Gubernur, Asisten Fahrudin menekankan bahwa lembaga adat merupakan pilar penting yang menopang identitas masyarakat Sulawesi Tengah. Keberadaan lembaga adat dinilai memiliki kontribusi strategis dalam menjaga tatanan kehidupan sosial, memperkuat nilai budaya, serta memelihara kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.
“Penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga adat sangat diperlukan sebagai upaya menjaga harmoni sosial serta memastikan kelestarian budaya tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.
Asisten Fahrudin menjelaskan bahwa pengakuan negara terhadap keberadaan peradilan adat menjadi bukti kuat peran lembaga adat dalam penyelesaian masalah di masyarakat. Peradilan adat, katanya, dapat memutus penyelesaian kasus-kasus tertentu melalui pemberian sanksi adat atau givu, sebagaimana dikenal dalam tradisi masyarakat Kaili.
Lebih jauh, pemerintah provinsi berharap lembaga adat turut dilibatkan dalam pelaksanaan pidana kerja sosial yang direncanakan berjalan efektif pada 2026. Skema pemidanaan tersebut diharapkan menjadi alternatif yang lebih humanis dan restoratif bagi pelaku tindak pidana tertentu.
“Harapan saya, Badan Musyawarah Adat (BMA) dapat mengambil peran dalam implementasi pidana kerja sosial sehingga pelaksanaannya berjalan lebih kuat dan berakar pada kearifan lokal,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Asisten Fahrudin juga menyerahkan piagam penghargaan kepada perwakilan kepolisian daerah, kejaksaan tinggi, dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM atas kontribusi institusi masing-masing dalam mendukung penyelenggaraan sidang peradilan adat di Sulteng.
Selain itu, sejumlah seniman dan budayawan senior turut menerima penghargaan atas dedikasi mereka dalam memajukan seni dan budaya daerah. Di antara penerima penghargaan tersebut adalah Dr. H. Suaib Djafar, penyanyi Masriani Syukri, dan Laila Bahasuan.
Hadir mendampingi Asisten Fahrudin dalam kegiatan itu, Kadis Kebudayaan Andi Kamal Lembah dan Sekretaris Badan Musyawarah Adat, Ardiansyah Lamasitudju. (KB/*)




