TOLITOLI,netiz.id — Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, kembali menegaskan komitmennya untuk berpihak pada kepentingan rakyat. Dalam rapat penyelesaian konflik agraria di Kabupaten Tolitoli, Jumat (03/10/25), ia menegaskan bahwa setiap langkah penyelesaian harus menempatkan masyarakat sebagai prioritas utama.
“Satgas hadir bukan untuk menghukum, tapi untuk mencari solusi. Kita ingin semua diselesaikan dengan musyawarah, dengan adat, dan dengan cara yang damai. Investor penting, tapi rakyat lebih penting,” ujar Anwar dalam rapat yang dihadiri Bupati Tolitoli, unsur Forkopimda, ATR/BPN, camat, kepala desa, dan perwakilan perusahaan PT Total Energy Nusantara serta PT Citra Mulya Perkasa.
Rapat ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang menghasilkan rekomendasi pembentukan Tim Penyelesaian Konflik Agraria. Anwar mengungkapkan, lebih dari 40 kasus agraria besar masih menunggu penyelesaian di Sulawesi Tengah, sebagian besar melibatkan masyarakat dan perusahaan perkebunan.
Gubernur berharap, Satgas yang dibentuk Pemprov dapat menjadi jembatan dialog antara masyarakat dan investor. Ia menekankan bahwa kejelasan legalitas alas hak menjadi kunci utama penyelesaian, agar rakyat tidak kehilangan tanah dan perusahaan tetap dapat berinvestasi dengan aman.
“Kalau hak rakyat sah, maka perusahaan wajib menghormati. Solusi bisa dicari lewat kerja sama, plasma, atau model lain yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Dengan semangat musyawarah dan keberpihakan pada rakyat, Anwar Hafid ingin memastikan bahwa pembangunan ekonomi di Sulawesi Tengah berjalan tanpa mengorbankan keadilan sosial bagi masyarakat kecil. (KB/*)




