DONGGALA,netiz.id — Peristiwa memilukan terjadi di Kecamatan Pinembani, Kabupaten Donggala. Jenazah Ariel Sharon, seorang Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Terampil yang selama ini mendedikasikan diri untuk pelayanan kesehatan masyarakat, terpaksa diangkut menggunakan sepeda motor usai menghembuskan napas terakhir pada Rabu malam (09/07/25).
Ketiadaan ambulans membuat proses pemulangan jenazah berlangsung dengan cara yang tidak layak. Informasi ini pun memicu reaksi keras dari Anggota DPRD Donggala dari Fraksi PKB, Firdaus.
“Kami sangat prihatin. Informasi dari warga menyebutkan ambulans sudah lama rusak. Katanya sempat diperbaiki bulan Maret, tapi hanya dipakai dua kali, lalu rusak lagi usai Lebaran dan sampai sekarang belum bisa digunakan. Mobil itu masih di bengkel di Jalan Datu Adam, Kota Palu,” ungkap Firdaus kepada media ini pada Kamis (10/07/25).
Politisi PKB asal Banawa Tengah itu mempertanyakan tanggung jawab Puskesmas dan Dinas Kesehatan dalam menjamin layanan kesehatan dasar, termasuk penyediaan sarana transportasi darurat seperti ambulans. Sebab ini sudah kejadian kedua kalinya.
“Pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan, harus melihat kondisi Donggala secara menyeluruh. Bantuan operasional harus merata di seluruh kecamatan, termasuk di wilayah terpencil seperti Pinembani,” tegasnya.
Ia pun mendorong Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Puskesmas dan Dinas Kesehatan. “Kalau memang perlu, rotasi pegawai harus dilakukan agar pelayanan publik bisa lebih maksimal,” tutupnya. (KB)




