Menu

Mode Gelap

Daerah · 12 Jan 2026

Empat Desa di Tanantovea Terdampak Banjir, Warga Mengungsi Mandiri


					Banjir menggenangi permukiman warga di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (11/01/26), akibat luapan sungai setelah hujan deras. FOTO: istimewa Perbesar

Banjir menggenangi permukiman warga di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (11/01/26), akibat luapan sungai setelah hujan deras. FOTO: istimewa

,netiz.id melanda empat desa di , , Sulawesi Tengah, Minggu (11/01/26). Bencana tersebut mengakibatkan sejumlah rumah hanyut, merusak , serta memutus akses antarwilayah.

Empat desa yang terdampak banjir masing-masing Desa Wani 1, Desa Wani 2, Desa Wani 3, dan Desa Wani Lumbumpetigo. Banjir terjadi sekitar pukul 11.35 WITA setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD , Ir. Asbudianto, menjelaskan banjir dipicu oleh meningkatnya debit air sungai hingga meluap dan merusak pondasi dudukan jembatan di wilayah terdampak.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat signifikan hingga meluap dan merusak infrastruktur,” ujar Asbudianto dalam laporan tertulis yang diterima Minggu siang.

Akibat peristiwa tersebut, di Desa Wani 1 tercatat tiga unit rumah hanyut terbawa arus. Sementara itu, satu unit rumah di Desa Wani 3 dilaporkan terdampak banjir. Selain itu, jembatan penghubung antara Desa Wani 3 dan Desa Labuan Kungguma terputus sehingga tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.

Untuk Desa Wani 2 dan Desa Wani Lumbumpetigo, hingga saat ini masih melakukan pendataan terhadap jumlah rumah dan warga yang terdampak banjir.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, sejumlah warga terpaksa mengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih aman karena kondisi air belum surut.

Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) telah diterjunkan ke lokasi guna melakukan kaji cepat dan asesmen awal. BPBD Provinsi juga terus berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk mempercepat penanganan darurat.

“Kebutuhan mendesak saat ini adalah pembangunan jembatan darurat serta bantuan logistik bagi warga terdampak,” kata Asbudianto.

Hingga Minggu sore, genangan air di lokasi banjir dilaporkan masih belum surut, sementara akses dari Desa Wani 3 menuju Desa Labuan Kungguma masih terputus. BPBD mengimbau yang tinggal di sekitar aliran sungai untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi di wilayah tersebut. (KB/RL)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Jembatan Lero Tergerus Banjir, Warga Harap Tindakan Cepat Pemerintah

12 Januari 2026 - 08:57

Jembatan Lero Donggala

Bukit Salena Dilirik Jadi Pusat Paralayang, Anwar Hafid Dorong Peran Anak Muda dan Pariwisata

12 Januari 2026 - 07:09

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Gubernur Anwar Hafid Tinjau Paralayang Bukit Salena, Siap Jadi Ikon Olahraga Dirgantara Sulteng

12 Januari 2026 - 06:24

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Tinjau Wisata Paralayang, Gubernur Anwar Hafid Salat Magrib di Bukit Salena

11 Januari 2026 - 06:48

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Geo Portal Jadi Andalan Pemprov Sulteng, Anwar Hafid: Ini Kebanggaan Daerah

10 Januari 2026 - 15:59

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Muhammad Iqbal–Abdullah K Mari Kembali Pimpin AMSI Sulteng Periode 2026–2030

10 Januari 2026 - 15:52

AMSI SULTENG
Trending di Daerah