Menu

Mode Gelap

Daerah · 27 Mei 2025

DPRD Sulteng Temukan Kawasan Pangan Nasional di Talaga Terbengkalai


					Wakil Ketua I DPRD Sulawesi Tengah, Aristan (kiri), meninjau kondisi fasilitas Kawasan Pangan Nasional (KPN) di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas Sojol, Kabupaten Donggala, yang tampak terbengkalai, Senin (26/05/25). FOTO: istimewa Perbesar

Wakil Ketua I DPRD Sulawesi Tengah, Aristan (kiri), meninjau kondisi fasilitas Kawasan Pangan Nasional (KPN) di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas Sojol, Kabupaten Donggala, yang tampak terbengkalai, Senin (26/05/25). FOTO: istimewa

DONGGALA,netiz.id — Kawasan Nasional (KPN) di Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, dalam kondisi memprihatinkan. Temuan ini terungkap dalam kerja Wakil Ketua I DPRD Sulawesi Tengah, Aristan, pada Senin (26/05/25).

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari Dengar Pendapat () bersama Yayasan Ekonesia pada 16 April 2025, sekaligus merespons surat pengaduan dari Kepala Desa Talaga tertanggal 17 April 2025.

Dalam kunjungan itu, DPRD mencatat sejumlah persoalan krusial di lapangan. Kawasan yang digadang-gadang menjadi lumbung pangan nasional itu kini terlihat tidak terurus. Lahan yang sebelumnya ditanami pisang, pepaya, dan ubi kayu kini dipenuhi semak belukar dan tanaman liar.

Sejumlah fasilitas penunjang seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sumur , serta sarana pendukung lainnya ditemukan dalam kondisi terbengkalai dan tertutup semak. Bahkan, di beberapa titik tampak tumpukan kayu bantalan yang tidak jelas peruntukannya.

“Dari rencana total pembukaan lahan seluas 1.234,5 hektare, baru sekitar 200 hektare yang dibuka. Namun kondisinya juga tidak jauh berbeda penuh semak dan tanpa aktivitas produktif,” kata Aristan dalam keterangannya.

DPRD, lanjut politisi Partai itu, juga menerima informasi bahwa di dalam kawasan KPN terdapat lahan milik masyarakat yang telah bersertifikat. Namun, warga mengaku tidak mendapatkan sosialisasi yang memadai terkait tujuan, status, serta peran mereka dalam kawasan tersebut.

Menanggapi temuan ini, DPRD merekomendasikan agar segera digelar Rapat Dengar Pendapat lanjutan dengan melibatkan seluruh pihak terkait, guna mencari solusi konkret dan berkelanjutan bagi pengembangan Kawasan Pangan Nasional Talaga ke depan.

Sementara itu, Kepala Desa Talaga bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan warga berharap keberadaan KPN benar-benar memberikan manfaat nyata, sebagaimana yang pernah dijanjikan sebelumnya antara lain menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong produksi pangan lokal seperti jagung dan hortikultura. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 77 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Jembatan Lero Tergerus Banjir, Warga Harap Tindakan Cepat Pemerintah

12 Januari 2026 - 08:57

Jembatan Lero Donggala

Bukit Salena Dilirik Jadi Pusat Paralayang, Anwar Hafid Dorong Peran Anak Muda dan Pariwisata

12 Januari 2026 - 07:09

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Empat Desa di Tanantovea Terdampak Banjir, Warga Mengungsi Mandiri

12 Januari 2026 - 07:04

Banjir Tanantovea

Gubernur Anwar Hafid Tinjau Paralayang Bukit Salena, Siap Jadi Ikon Olahraga Dirgantara Sulteng

12 Januari 2026 - 06:24

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Tinjau Wisata Paralayang, Gubernur Anwar Hafid Salat Magrib di Bukit Salena

11 Januari 2026 - 06:48

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Geo Portal Jadi Andalan Pemprov Sulteng, Anwar Hafid: Ini Kebanggaan Daerah

10 Januari 2026 - 15:59

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah