PALU,netiz.id — Tanaman kelor berpotensi menjadi ikon baru Kota Palu, Sulawesi Tengah, dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat. Wakil Ketua II DPRD Kota Palu, Moh Anugrah Pratama, mendorong Pemerintah Kota Palu agar fokus membudidayakan kelor sebagai bahan baku olahan makanan, minuman, dan seni kriya.
“Kelor dapat menjadi identitas baru daerah ini, maka kami meminta Pemkot Palu terus fokus dalam pengembangannya,” kata Moh Anugrah Pratama di Palu, Rabu (05/03/25)
Menurut Anugrah, kelor memiliki nilai ekonomis tinggi yang bisa dikembangkan melalui sektor pertanian, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta industri pengolahan. Sejumlah pengrajin batik di Palu juga telah memanfaatkan kelor sebagai motif dalam seni kriya tenun, mendukung program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (GBWI).
“Jika pemerintah serius mengembangkan kelor, maka ini bisa menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.
Anugrah menekankan pentingnya promosi dan pemasaran produk berbahan baku kelor agar lebih dikenal secara nasional dan internasional. Ia juga meminta Pemkot Palu memperkuat pemberdayaan UMKM dan mendukung para petani kelor agar memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.
“Berbagai program yang dijalankan Wali Kota Palu sudah cukup baik, tetapi perlu adanya fokus yang lebih jelas supaya manfaatnya lebih optimal bagi masyarakat,” tuturnya.
Dengan pengelolaan yang terencana, kelor diyakini mampu menjadi identitas baru Kota Palu sekaligus memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat. (KB)




