Menu

Mode Gelap

Daerah · 23 Sep 2025

Diskusi dengan Komisi IV DPR RI, Wagub Sulteng Soroti Empat Isu Krusial Pengelolaan Hutan


					Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), dr. Reny A. Lamadjido. FOTO: istimewa Perbesar

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), dr. Reny A. Lamadjido. FOTO: istimewa

,netiz.id — Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), dr. Reny A. Lamadjido menegaskan pentingnya keseimbangan antara ekologi dan ekonomi dalam kawasan hutan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri bersama di Kantor Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Sulteng, Senin (22/09/25).

Dalam sambutannya mewakili Gubernur Sulteng, Reny mengungkapkan bahwa lebih dari 66 persen wilayah Sulawesi Tengah merupakan kawasan hutan dengan berbagai fungsi, mulai dari konservasi, lindung, hingga hutan produksi.

Menurutnya, terdapat empat isu krusial yang perlu segera disepakati dan ditindaklanjuti, yakni:

  1. Percepatan akses legal masyarakat terhadap kawasan hutan melalui program perhutanan sosial serta penyelesaian penguasaan tanah dalam rangka penataan kawasan hutan (PPTPKH).
  2. Pengendalian dan pengawasan pemanfaatan kawasan hutan.
  3. Peningkatan sinergi antara dan daerah.
  4. Pemberdayaan dan lokal.

“Diskusi kita hari ini dapat menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan yang menyejahterakan rakyat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, serta menghasilkan pengelolaan kawasan hutan yang lebih baik dan berkeadilan,” kata Reny.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua Kunjungan Kerja (), Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari, S.E., M.Si., menyambut baik pandangan tersebut. Ia menekankan agar luas kawasan hutan di Sulteng dikelola secara adil, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Kharis juga menyoroti pelaku usaha yang mengantongi Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH). Ia menegaskan pentingnya komitmen mereka dalam memenuhi kewajiban, seperti rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), pembayaran Penerimaan Negara Bukan Penggunaan Kawasan Hutan (PNBP-), serta keterlibatan dalam sekitar.

“Potensinya besar, tetapi realitasnya belum memberikan kesejahteraan yang signifikan,” ujarnya. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Komisi I DPRD Sulteng–KPID Duduk Bersama, Fokus Pengawasan Penyiaran

12 Januari 2026 - 14:05

DPRD SULTENG

DPRD Sulteng Dukung Penguatan Sinergi TNI AL melalui Kunjungan Kerja Komandan Komando

12 Januari 2026 - 13:46

DPRD SULTENG

Jembatan Lero Tergerus Banjir, Warga Harap Tindakan Cepat Pemerintah

12 Januari 2026 - 08:57

Jembatan Lero Donggala

Bukit Salena Dilirik Jadi Pusat Paralayang, Anwar Hafid Dorong Peran Anak Muda dan Pariwisata

12 Januari 2026 - 07:09

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Empat Desa di Tanantovea Terdampak Banjir, Warga Mengungsi Mandiri

12 Januari 2026 - 07:04

Banjir Tanantovea

Gubernur Anwar Hafid Tinjau Paralayang Bukit Salena, Siap Jadi Ikon Olahraga Dirgantara Sulteng

12 Januari 2026 - 06:24

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah