POSO,netiz.id — Harapan warga Sulewana untuk mendapatkan kepastian atas kerusakan rumah mereka kembali menyala. Selasa (18/11/25), tiga pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tiba di Poso dan langsung melakukan rapat intensif bersama Satgas PKA serta PT Poso Energy.
Sejak pagi hingga sore, rapat berlangsung sengit. Data demi data dicocokkan, dokumen dibedah, dan laporan teknis PLTA ditelusuri mendalam. Setelah itu, tim ahli meninjau langsung area sekitar PLTA Poso 1 dan 2 untuk melihat kondisi geologi yang diduga berhubungan dengan keretakan rumah warga.
Di sela pertemuan, Ketua Satgas PKA Sulteng, Eva Susanti Bande, tak bisa menahan keprihatinan terhadap kondisi warga yang telah bertahun-tahun menunggu solusi. Ia menegaskan bahwa rekomendasi perbaikan rumah seharusnya sudah dijalankan oleh perusahaan.
“Ayolah Pak, jangan biarkan warga hidup dengan rumah retak seperti itu,” ujarnya.
Meski begitu, perusahaan tetap berpegang bahwa bukan aktivitas PLTA yang menyebabkan kerusakan rumah-rumah tersebut.
Belum ada kesimpulan ilmiah yang dihasilkan dari kunjungan awal ini. Tim ITB masih mengumpulkan bukti untuk memastikan apakah aktivitas pembangkit listrik berpengaruh terhadap kondisi permukiman warga.
Namun bagi masyarakat Sulewana, kedatangan tim ahli adalah secercah harapan bahwa kebenaran akan terungkap dan keadilan akhirnya tiba. (KB/*)




