PALU,netiz.id – Brigjen TNI Dody Triwinarto resmi melepas jabatan sebagai Komandan Korem 132 Tadulako dalam upacara pelepasan yang digelar dengan khidmat. Upacara ini dihadiri oleh para prajurit, pegawai negeri sipil (PNS), serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Brigjen TNI Dody mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur atas nikmat kesehatan yang masih diberikan, serta mengungkapkan rasa bangga terhadap satuan yang telah lama ia pimpin.
“Kita patut bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena hari ini kita masih diberikan nikmat kesehatan sehingga bisa berkumpul di momen penting ini. Satuan 132 Tadulako adalah satuan yang hebat dan luar biasa, yang telah melahirkan banyak pemimpin TNI Angkatan Darat maupun pemerintah,” ungkapnya, Kamis (03/10/24).
Brigjen TNI Dody juga menekankan pentingnya kebanggaan terhadap satuan tersebut, serta menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh prajurit dan PNS yang telah bekerja keras menjaga nama baik Korem 132 Tadulako.
“Hari ini, saya merasa sangat bangga sebagai alumni dari satuan ini. Terima kasih kepada seluruh prajurit dan PNS yang telah bekerja keras di wilayah Korem 132. Kebersamaan kita selama ini adalah hal yang patut kita syukuri,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Dody juga meminta maaf kepada seluruh jajaran atas segala kekurangan yang mungkin terjadi selama masa kepemimpinannya. “Saya mohon maaf lahir dan batin jika ada ucapan atau perilaku saya yang kurang berkenan selama memimpin satuan ini. Mari kita tetap menjaga karakter sebagai prajurit petarung yang disiplin dan tangguh,” ujarnya.
Dody juga memberikan pesan kepada para prajurit untuk terus berkontribusi kepada masyarakat dan bangsa. “Tetaplah menjadi prajurit yang bermanfaat bagi masyarakat. Jadilah prajurit petarung yang memiliki keberanian, kecerdasan, dan disiplin yang tinggi. Saya sangat bangga atas dedikasi yang kalian tunjukkan selama ini,” ucapnya
Upacara pelepasan diakhiri dengan penyerahan cenderamata dari para prajurit dan penghormatan kepada Brigjen TNI Dody Triwinarto. Brigjen Dody juga menerima penghormatan khusus dari tokoh adat Sulawesi Tengah berupa penyerahan simbol Paramita, yang melambangkan penghormatan tertinggi bagi seorang pemimpin yang telah berjasa bagi daerah dan masyarakatnya. (Dg)




