Menu

Mode Gelap

Daerah · 25 Agu 2023

Besaran Anggaran Stunting di Donggala Tidak Sebanding Capaian


					Photo : netiz.id Perbesar

Photo : netiz.id

DONGGALA,netiz.id — Anggaran yang telah dialokasikan untuk penanggulangan masalah di Kabupaten tengah menjadi sorotan. Besarnya anggaran yang mencapai 33 miliar rupiah pada tahun menimbulkan perhatian, terutama karena capaian penurunan angka stunting di Kabupaten Donggala belum sesuai dengan harapan.

 

Stunting, masalah kronis akibat kurangnya gizi pada anak-anak, telah menjadi perhatian serius di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Donggala. Meskipun anggaran yang signifikan telah dialokasikan untuk , capaian dalam menurunkan angka stunting di daerah ini masih belum memadai.

 

dari menunjukkan bahwa Kabupaten Donggala menempati peringkat kedua tertinggi dalam hal angka stunting di Negeri Seribu Megalitikum. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan upaya dalam mengatasi masalah gizi buruk yang memengaruhi pertumbuhan generasi muda di daerah ini.

 

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Donggala, Yeni SJ Amir, saat dikonfirmasi oleh media ini pada Kamis kemarin (24/8/23), menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan menyeluruh terhadap penggunaan anggaran untuk penanggulangan stunting. Ia juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran demi mencapai hasil yang lebih optimal dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Donggala.

 

“Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga tengah memeriksa beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam penanganan stunting di Kabupaten Donggala,” ungkapnya.

 

Pada tahun 2023, (Pemda) Kabupaten Donggala kembali mengalokasikan dana sebesar 48 miliar rupiah untuk penanggulangan stunting. Namun, meskipun dana yang besar telah dialokasikan, angka stunting di Kabupaten Donggala belum mengalami penurunan yang signifikan hingga triwulan tiga, tepatnya bulan Agustus.

“Pada tahun 2022, Kabupaten Donggala menempati peringkat kedua tertinggi dalam di wilayah Sulawesi Tengah dan mengalami penurunan pada tahun 2023. Namun, penurunannya tidak begitu signifikan,” pungkasnya.

“Kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait kendala yang dihadapi oleh OPD terkait sehingga kasus stunting di Donggala masih memprihatinkan, dan kami biarkan Tim BPK memeriksa OPD terkait, kita tunggu hasilnya,” tutup Kepala BPKAD Donggala. (KB)

Artikel ini telah dibaca 204 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Komisi III DPRD Sulteng Tekankan Keadilan DBH bagi Daerah Penghasil Nikel

13 Januari 2026 - 06:13

DPRD SULTENG

Lebih 100 KK Terdampak, Pemprov Sulteng Lakukan Penanganan Darurat Banjir–Longsor di Donggala

12 Januari 2026 - 21:18

Banjir Donggala

PKS Turun Gunung, Rumah Warga Desa Wani Kembali Kinclong

12 Januari 2026 - 21:00

Relawan PKS Banjir DOnggala

Bupati Donggala Tinjau Lokasi Banjir, Enam Kecamatan Berstatus Tanggap Darurat

12 Januari 2026 - 20:28

Banjir Donggala

Banjir dan Longsor Terjang Wani, Pemprov Sulteng Turunkan Alat Berat dan Dirikan Posko Darurat

12 Januari 2026 - 20:11

Banjir Donggala

Komisi I DPRD Sulteng–KPID Duduk Bersama, Fokus Pengawasan Penyiaran

12 Januari 2026 - 14:05

DPRD SULTENG
Trending di Daerah