DONGGALA,netiz.id — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Donggala pada Selasa, 1 April 2025, menyebabkan kerusakan cukup parah di tiga kecamatan, yakni Banawa, Labuan, dan Sindue Tombusabora. Banjir terjadi akibat hujan deras berintensitas sedang yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 13.30 hingga 15.30 Wita.
Sedikitnya 10 kelurahan dan desa terdampak banjir. Di Kecamatan Banawa, banjir merendam ratusan rumah warga, termasuk di Kelurahan Kabonga Besar, Kabonga Kecil, Maleni, Tanjung Batu, Labuan Bajo, Boya, dan Ganti. Total rumah terdampak di kecamatan ini mencapai lebih dari 300 unit, termasuk fasilitas publik seperti Rumah Sakit Kabelota.
Di Kecamatan Labuan, banjir merusak satu unit jembatan di Desa Labuan dan merendam satu rumah warga di Labuan Kungguma. Sementara di Kecamatan Sindue Tombusabora, dua unit rumah, satu pasar, serta akses jalan di Desa Batusuya terancam putus akibat luapan air.
Merespons kondisi tersebut, Bupati Donggala Vera Elena Laruni menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari terhitung sejak 2 April 2025, yang kemudian diperpanjang hingga 28 April 2025. Pemerintah daerah juga langsung melakukan evakuasi warga, pembersihan wilayah, serta pengerahan alat berat untuk normalisasi sungai.
Namun, keterbatasan anggaran membuat Pemkab Donggala mengajukan bantuan darurat kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui surat permohonan bernomor 466/0376/BPBD/2025 tertanggal 8 April 2025.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid merespons cepat permohonan tersebut. Ia memerintahkan Kepala BPBD Provinsi Sulteng, Akris Fattah Yunus, untuk melakukan kajian dan memberikan rekomendasi kebutuhan darurat. Akris, yang juga mantan Kepala Dinas PU Donggala, menyarankan pemasangan tanggul bronjong sebagai langkah penanganan jangka pendek untuk mencegah banjir susulan.
Atas dasar itu, Gubernur Sulteng menginstruksikan penyaluran bantuan berupa 610 unit keranjang kawat bronjong senilai Rp405 juta kepada Pemkab Donggala. Bantuan tersebut diserahkan secara resmi oleh Kepala BPBD Provinsi Sulteng pada Jumat, (11/04/25), kepada Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Donggala, Mardiana, di Kantor BPBD Provinsi Sulteng, Palu.
Gubernur Anwar Hafid berharap bantuan bronjong tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dan membantu mempercepat penanganan darurat banjir di Donggala. (KB/*)




