PALU,netiz.id — Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Tengah resmi menutup kursus wasit sepak bola lisensi C3 tahun 2025 yang diikuti 36 peserta, termasuk empat wasit wanita. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari dengan pemusatan materi teori dan latihan fisik.
Instruktur sekaligus Tim Penilai Wasit Liga 1 Indonesia, Taufik Ishak, mengapresiasi penyelenggaraan kursus tersebut. Menurutnya, langkah rutin Asprov dalam menggelar pelatihan mampu meningkatkan kualitas wasit di Sulawesi Tengah.
“Saat ini, di Liga 1 baru ada satu asisten wasit asal Sulawesi Tengah, yakni Pak Jursadat. Sementara di Liga 2 sudah ada dua wasit. Harapannya, para wasit muda bisa terus mengasah kemampuan untuk menembus kasta tertinggi,” ujar Taufik pada Minggu (10/08/25).
Ia menambahkan, pada awal Agustus mendatang, Asprov PSSI Sulteng akan mengirimkan sembilan wasit untuk mengikuti penyegaran tingkat nasional Liga 3 di bawah naungan LIB.
“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas perwasitan sekaligus perkembangan sepak bola di Sulawesi Tengah,” pungkasnya.
Sementara itu, Exco Asprov PSSI Sulteng, Ismail Pangeran, menjelaskan bahwa lisensi wasit memiliki fungsi seperti SIM bagi pengendara. Dengan lisensi tersebut, seorang wasit resmi diizinkan memimpin pertandingan.
“Jaga marwah wasit dan Asprov PSSI Sulteng. Ingat, sang pengadil harus adil, tidak berat sebelah, dan tidak memicu kericuhan di pertandingan,” tegasnya.
Ismail juga berharap para wasit pemegang lisensi C3 terus mengasah kemampuan, baik teori maupun fisik, agar ke depan dapat melangkah ke jenjang lisensi berikutnya. (KB)




