PALU,netiz.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kembali menyoroti tingginya angka kemiskinan di daerah itu yang hingga Maret 2025 masih berada di angka 10,92 persen, atau di atas rata-rata nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat mencapai 356,19 ribu jiwa, sementara kemiskinan ekstrem berada di 1,27 persen pada periode Maret 2024.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, ketika membuka Rapat Koordinasi TKPKD dan Forum Konsultasi Publik Rancangan Pergub RPKD 2025–2029 di Ruang Rapat Nagana Bappeda Sulteng, Kamis (07/11/25).
Wagub menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan adalah agenda strategis pemerintah yang harus dikerjakan secara sistematis dan terukur.
“Program penetasan kemiskinan bagian penting dari upaya mempercepat intervensi. Kita tak bisa berjalan biasa saja kalau ingin menurunkan angka kemiskinan secara signifikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program Berani Sehat dan Berani Cerdas menjadi prioritas karena persoalan kesehatan dan pendidikan selama ini menjadi akar kemiskinan yang perlu ditangani lebih serius. (KB/*)




