MOROWALI UTARA,netiz.id — Pelabuhan Kolonodale yang terletak di Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah, memiliki posisi yang sangat strategis, terlebih dengan pesatnya pertumbuhan industri pertambangan di wilayah tersebut. Namun, keberadaan pelabuhan ini kini mulai terabaikan setelah armada PT Pelni (Persero) tidak lagi menyinggahi Kolonodale seperti beberapa tahun lalu.
Melihat hal itu, Anggota DPD RI, Febriyanthy Hongkiriwang, mengajukan permohonan kepada PT Pelni (Persero) agar mempertimbangkan kembali untuk membuka rute kapal yang melibatkan Pelabuhan Kolonodale. Menurutnya, pembukaan kembali rute kapal Pelni sangat penting untuk mendukung aksesibilitas dan memperlancar transportasi di wilayah tersebut.
“Morowali Utara mengusulkan pembukaan kembali rute kapal Pelni, karena sebelumnya ada rute yang telah ditutup. Rute ini sangat penting untuk meminimalisir masalah transportasi di wilayah kami,” ujar Febriyanthy saat melaporkan hasil resesnya, yang dipublikasikan melalui akun TikTok resminya @febriyanthihongkiriwang, pada Senin, (20/01/25)
Sebelumnya, armada PT Pelni (Persero) dengan kapal KM Tilongkabila melayani rute dari Pelabuhan Luwuk, yang singgah di Pelabuhan Kolonodale sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai kota besar seperti Kendari, Raha, Bau-Bau, Makassar, Labuan Bajo, Bima, Lembar, dan Benoa.
Febriyanthy berharap agar rute kapal Pelni yang sebelumnya ada bisa dibuka kembali demi memperbaiki kondisi transportasi yang dinilai masih kurang optimal.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, saat ini Pelabuhan Kolonodale hanya disinggahi oleh kapal penumpang dengan rute Kolonodale – Baturube PP, dan juga terdapat layanan Tol Laut yang melayani kebutuhan logistik antar daerah. (KB/*)




