Menu

Mode Gelap

Daerah · 30 Apr 2024

Anggaran Minim, Hasil Maksimal. Langkah Dinas Ketapang Donggala pada Gerakan Pangan Murah


					Suasana kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar di halaman Mako Polres Donggala pada selasa (30/04/24). Photo: netiz.id Perbesar

Suasana kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar di halaman Mako Polres Donggala pada selasa (30/04/24). Photo: netiz.id

DONGGALA,netiz.id – Dalam upaya menekan dan memenuhi kebutuhan pangan , Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Donggala menggelar (GPM) di 15 titik di Kabupaten . Meskipun terbatasnya anggaran, hasil dari program ini dinilai sangat efektif.

, Kepala Dinas Ketapang Donggala, menjelaskan bahwa inisiatif ini adalah yang paling banyak dilakukan di Sulawesi Tengah, mencapai 15 kali penyelenggaraan. Dalam kegiatan keempatnya, Fahri menegaskan komitmennya untuk melayani masyarakat dengan baik.

Walaupun anggaran minim, mantan Kepala Badan Pendapatan Donggala itu bersikeras untuk bekerjasama dengan beberapa distributor besar seperti RNI, Sinergi Bersama, Alfamidi, CV Aneka Jaya, ID Food, dan Bulog serta dari Bank Indonesia (BI). Mereka menggunakan sistem subsidi silang untuk memastikan harga sembako di GPM tetap terjangkau, menghindari lonjakan harga yang signifikan.

“Tujuan utama dari program ini adalah untuk mengoptimalkan penggunaan sembako oleh masyarakat. Dinas Ketapang juga menerapkan aturan ketat, seperti hanya satu karung beras per orang, untuk memastikan distribusi yang adil dan tepat sasaran,” Ucapnya disela-sela kegiatan GPM di Halaman Markas Komando (Mako) pada Selasa (30/04/24).

Fahri menekankan bahwa bantuan sembako dari GPM harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang berada di kelas ekonomi menengah ke bawah. Mereka berkomitmen untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan, dan distribusi sembako harus merata kepada semua yang membutuhkan. Demikian Kadis Ketapang Donggala.

Sementara itu, Ibu (IRT) Ani saat dikonfirmasi media ini saat setelah belanja di kegiatan GPM merasa terbantukan dengan harga yang relatif murah. “Alhamdulillah harganya relatif murah, contonhya beda 5.000 dibandingkan harga di pasar,” Ucapnya. (KB)

Artikel ini telah dibaca 94 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Gubernur Anwar Hafid Paparkan Hilirisasi Kelapa dan Pariwisata Danau Paisupok ke Bappenas

15 Januari 2026 - 11:31

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Anwar Hafid Dorong Kolaborasi Pemprov Sulteng–ITB untuk Pendidikan, Riset, dan Tata Ruang

15 Januari 2026 - 08:03

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Menteri Nusron Wahid: 2026 Tak Boleh Ada Lagi Berkas Pertanahan Menumpuk

15 Januari 2026 - 06:30

nusron Wahid

Gubernur Sulteng Jajaki Kerja Sama Strategis dengan ITB, Fokus Beasiswa dan SDM

15 Januari 2026 - 06:25

gubernur sulteng, ANwar Hafid

Wamen ATR/BPN Tekankan Kekompakan Internal untuk Tingkatkan Pelayanan Pertanahan

15 Januari 2026 - 06:19

Wamen Ossy Dermawan

Inflasi Sulteng Terkendali di Angka 3,31 Persen, TPID Perkuat Stok Pangan Hadapi Idul Fitri 2026

14 Januari 2026 - 19:32

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido
Trending di Daerah