PALU,netiz.id — Kegiatan penambangan pasir di bantaran Sungai Palu telah lama menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat setempat. Penambangan ini dilakukan secara tradisional oleh warga, termasuk pengemudi dump truck yang terlibat dalam distribusi hasil tambang.
Salah seorang sopir dump truck, Kuma, mengungkapkan bahwa aktivitas ini telah berlangsung sejak lama dan menjadi andalan bagi banyak warga di Kabupaten Sigi. Namun, dengan hadirnya perusahaan tambang batuan yang mulai mengelola tambang pasir di kawasan Sungai Palu, muncul harapan baru bagi para penambang lokal.
“Harapannya, perusahaan tambang yang sekarang ada bisa melibatkan kami, para penambang lokal, sehingga kami tetap bisa bekerja seperti biasa,” ujar Kuma pada Selasa (24/12/24).
Selain itu, masyarakat juga berharap agar pemerintah tetap memberikan ruang bagi para penambang tradisional dan pemilik dump truck. Mereka khawatir jika tidak ada kebijakan yang mendukung, para penambang lokal akan kehilangan mata pencaharian.
Masyarakat meminta perhatian pemerintah dan perusahaan agar aktivitas penambangan ini tetap berjalan secara berkelanjutan tanpa merugikan warga yang selama ini menggantungkan hidup mereka pada Sungai Palu.




