Menu

Mode Gelap

Daerah · 19 Des 2025

138 Ribu Hektare Hutan Dikelola Masyarakat, Kadishut Sulteng Dorong Peran KPH


					Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Neng, menyampaikan arahan saat Rapat Evaluasi Kegiatan Pendampingan Perhutanan Sosial Provinsi Sulawesi Tengah di Aula Kantor Dinas Kehutanan Sulteng, Palu, Jumat (19/12/25). FOTO: istimewa Perbesar

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Neng, menyampaikan arahan saat Rapat Evaluasi Kegiatan Pendampingan Perhutanan Sosial Provinsi Sulawesi Tengah di Aula Kantor Dinas Kehutanan Sulteng, Palu, Jumat (19/12/25). FOTO: istimewa

,netiz.id — Program Perhutanan Sosial di Sulawesi Tengah terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga saat ini, sekitar 138 ribu hektare kawasan telah dikelola masyarakat secara legal melalui skema Perhutanan Sosial. Namun, keberhasilan program tersebut dinilai masih sangat bergantung pada peran aktif pendamping dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Kehutanan , Muhammad Neng, saat membuka Kegiatan Pendampingan Perhutanan Sosial Provinsi Sulawesi Tengah yang di Aula Kantor Dinas Kehutanan Sulteng, Palu, Jumat (19/12/25).

Muhammad Neng mengungkapkan, Sulawesi Tengah memiliki kawasan hutan yang sangat luas, mencapai sekitar 4,25 juta hektare atau 66,17 persen dari total daratan. Kawasan hutan tersebut memiliki fungsi strategis, tidak hanya dari aspek ekologi, tetapi juga sosial, , dan ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, Perhutanan Sosial merupakan kebijakan penting pemerintah dalam memberikan akses kelola hutan kepada masyarakat secara legal, adil, dan berkelanjutan. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk tidak hanya menjaga kelestarian hutan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan melalui pemanfaatan potensi hutan secara lestari.

“Keberhasilan Perhutanan Sosial sangat bergantung pada pendamping. Mereka memastikan kelompok memahami hak dan kewajibannya, mampu mengelola usaha kehutanan dan hasil hutan bukan kayu, serta membangun kelembagaan yang kuat dan mandiri,” ujar Neng.

Ia menambahkan, di sinilah peran KPH menjadi sangat krusial. KPH tidak hanya berfungsi sebagai pengelola kawasan, tetapi juga sebagai fasilitator pendampingan teknis, penguatan kelembagaan kelompok, pencegahan konflik, hingga mendorong peningkatan nilai tambah produk dan membuka akses pasar.

Berdasarkan data Dinas Kehutanan Sulteng, akses kelola hutan melalui Perhutanan Sosial saat ini telah mencapai sekitar 138.074 hektare melalui 223 unit persetujuan. Program tersebut melibatkan sekitar 40.656 kepala keluarga dan membentuk 407 kelompok usaha Perhutanan Sosial, dengan total transaksi ekonomi yang tercatat telah melampaui Rp30 miliar.

Meski capaian tersebut tergolong signifikan, Muhammad Neng mengingatkan masih banyak tantangan yang harus dihadapi ke depan. Ia menekankan agar setiap program pengembangan usaha Perhutanan Sosial benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

“Ini sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Tengah melalui program 9 BERANI, khususnya BERANI Makmur. Perhutanan Sosial harus menjadi penggerak ekonomi rakyat sekaligus menjaga kelestarian hutan,” jelasnya.

Rapat evaluasi yang berlangsung selama satu hari tersebut dilaksanakan secara luring dan daring, serta diikuti Direktur Pengendalian Perhutanan Sosial Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan. Peserta rapat berasal dari internal Dinas Kehutanan Sulteng, terdiri atas 60 , 28 penyuluh , dan 60 pendamping Perhutanan Sosial. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Inflasi Sulteng Terkendali di Angka 3,31 Persen, TPID Perkuat Stok Pangan Hadapi Idul Fitri 2026

14 Januari 2026 - 19:32

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Wagub Sulteng Pimpin Rapat TPID, Siapkan Strategi Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan

14 Januari 2026 - 19:15

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Wakil Ketua Fraksi PKS, Takwin Tinjau dan Bantu Korban Banjir di Desa Wani

14 Januari 2026 - 18:51

Takwin

Relawan PKS Bersihkan Rumah Lansia Korban Banjir di Desa Wani

14 Januari 2026 - 17:52

PKS SULTENG

Komisi I DPRD Sulteng Dorong Penganggaran Honorarium KPID dan KI yang Proporsional

14 Januari 2026 - 12:49

DPRD SULTENG

Korban Banjir Aceh Terima Kiriman 1.000 Paket Abon dari Masyarakat Sulteng

14 Januari 2026 - 12:00

Yakesma Sulteng
Trending di Daerah