GORONTALO, netiz.id — Dalam seminggu terakhir, terjadi dua kasus bunuh diri perempuan di Gorontalo. Motif bunuh diri tersebut terkait dengan masalah hubungan dengan kekasih dan beban finansial dari layanan pinjaman online (Pinjol).
Servina Danupoyo atau yang sering disapa Vina adalah seorang mahasiswi berparas cantik jurusan kesehatan asal Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.
Kejadian ini mengejutkan warga setelah melihat kondisi mayat yang sudah menghitam dan mengeluarkan cairan berbau busuk, dengan lidah menjulur dan posisi tergantung di ventilasi pintu kamarnya menggunakan kain sprei yang melilit lehernya.
Vina ditemukan tewas tergantung di kamar kontrakannya pada Kamis (8/6/2023), seperti yang dilansir oleh ndorobei.official.
Sebelum mengakhiri hidupnya, Vina terlihat murung. Dia sempat berbagi masalah pribadinya kepada beberapa temannya, termasuk permasalahan yang dihadapinya dengan pacarnya, seorang pegawai bank bernama IL (28).
Korban juga pernah mengungkapkan kepada pacarnya tentang keinginannya untuk bunuh diri karena sering terlibat pertengkaran dengan IL.
“Ada permasalahan di antara mereka berdua dan Vina memiliki kebiasaan mengancam untuk bunuh diri setiap kali ada masalah dengan pacarnya,” ungkap Iptu I Made.
Bahkan ketika pacarnya meminta putus, Vina mengancam bunuh diri untuk membuktikan cintanya, dan sayangnya, ancaman tersebut menjadi kenyataan. Semua ini terungkap saat ponsel Vina diperiksa, di mana ditemukan pesan yang ditujukan kepada pacarnya yang berbunyi, “Ketemu aku lagi ya di surga“.
Sementara itu, beberapa hari kemudian, terjadi kejadian tragis ketika seorang ibu muda yang bekerja di salah satu toko ritel di Gorontalo mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis. Ibu muda ini pertama kali ditemukan oleh suaminya tergantung menggunakan tali ayunan bayi di dalam kamar.
Iptu Aldo Rawung, Kapolsek Kota Barat, mengungkapkan bahwa alasan di balik bunuh diri tersebut diduga terkait dengan penipuan dalam transaksi pinjaman online (Pinjol) yang membuat korban terjerat dalam keputusasaan.
“Dari hasil penyelidikan, latar belakang korban melakukan bunuh diri diduga karena menjadi korban penipuan pinjaman online (Pinjol) sehingga korban menjadi depresi,” ujarnya seperti dilansir oleh beritasatu.com pada Senin (12/6/23).
Menurut Aldo, ibu muda bernama Lilan (22) telah mengirimkan sejumlah uang sebesar Rp 3,2 juta kepada seseorang yang tidak dikenalnya, dengan harapan mendapatkan pinjaman sebesar Rp 15 juta. Namun, korban ternyata tertipu oleh orang tersebut.
“Kejadian tragis ini terungkap ketika suara tangisan anak korban terdengar, yang menarik perhatian suaminya. Tanpa ragu, suami tersebut segera berlari ke kamar untuk mencari sumber tangisan, dan menemukan bahwa istrinya telah meninggal dunia tergantung pada tali ayunan anak mereka,” jelasnya. (KB/*)
Sumber : ndorobei.official, beritasatu.com




