PALU,netiz.id — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Kota Palu), Armin, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat melaksanakan Penjaringan Aspirasi Masyarakat (Reses) Caturwulan I Masa Persidangan Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Senin malam (02/02/26).
Dalam reses tersebut, warga menyampaikan sejumlah keluhan dan kebutuhan prioritas, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan hingga pemasangan lampu penerangan jalan. Aspirasi itu terutama datang dari warga kawasan Tanggul Selatan Kelurahan Petobo, Jalan Saleko, serta Jalan Perjuangan di Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan.
Tak hanya soal infrastruktur, masyarakat juga mendorong adanya perhatian lebih terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya menjelang Ramadan. Warga mengusulkan penyediaan lokasi usaha sementara, kemudahan perizinan, serta bantuan sarana pendukung seperti tenda dan kursi, termasuk untuk kebutuhan sosial saat duka.
Menanggapi aspirasi tersebut, Armin yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Palu menegaskan bahwa seluruh usulan masyarakat akan diperjuangkan dan direalisasikan secara bertahap, menyesuaikan mekanisme perencanaan dan ketersediaan anggaran daerah.
“Semua aspirasi masyarakat kami tampung. Jika memungkinkan melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Tahun 2026, maka akan kami masukkan secara bertahap. Jika belum, insyaallah akan diusulkan kembali pada Tahun 2027,” kata Armin di hadapan warga.
Mantan Ketua DPRD Kota Palu itu menyampaikan bahwa berbagai usulan masyarakat pada Tahun 2025 telah terealisasi, di antaranya perbaikan jalan, pemasangan lampu penerangan jalan, serta bantuan untuk Kelompok Usaha Bersama (KUB).
Lebih lanjut, Armin menjelaskan bahwa saat ini seluruh proses penganggaran harus melalui Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD), sehingga setiap aspirasi wajib masuk dalam sistem tersebut.
“Sekarang semua sudah berbasis sistem. Aspirasi anggota DPR harus melalui SIPD dan prosesnya dipantau langsung oleh KPK. Jika tidak masuk sistem, bisa bermasalah secara hukum,” tegasnya.
Ia pun meminta masyarakat untuk memahami mekanisme tersebut serta aktif menyampaikan aspirasi agar dapat diperjuangkan melalui jalur resmi. Armin juga membuka ruang dialog dengan warga melalui sesi tanya jawab dalam kegiatan reses tersebut.
Sementara itu, terkait kebutuhan UMKM menjelang Ramadan, Armin menyatakan komitmennya untuk membantu secara langsung.
“Untuk UMKM menjelang Ramadan, silakan ditentukan lokasinya. Insyaallah saya siapkan tendanya,” pungkasnya. (KB)




