Menu

Mode Gelap

Nasional · 12 Nov 2025

Desa Hargorejo Jadi Contoh Sukses Reforma Agraria, Gula Semut Tembus Pasar Ekspor


					Para perajin gula semut di Desa Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulon Progo, tengah mengolah nira menjadi gula semut. FOTO: istimewa Perbesar

Para perajin gula semut di Desa Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulon Progo, tengah mengolah nira menjadi gula semut. FOTO: istimewa

KULONPROGO,netiz.id — Desa Hargorejo di Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, kini tampil sebagai salah satu contoh sukses penerapan Reforma Agraria di Indonesia. Desa yang sebelumnya dikenal dengan kondisi perbukitan dan akses terbatas itu berhasil bertransformasi menjadi sentra gula semut yang bukan hanya menopang ekonomi warga, tetapi juga menembus pasar ekspor.

Transformasi Hargorejo tak terjadi begitu saja. Program Reforma Agraria yang dicanangkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Kulon Progo menjadi motor penggeraknya. Setelah penataan aset melalui sertipikasi pada 2016 dan 2019, langkah dilanjutkan ke penataan akses, berupa pendampingan usaha dan penguatan kapasitas petani.

“Awalnya sudah memproduksi gula batok dan gula semut, tetapi terkendala pemasaran dan peremajaan pohon kelapa. Lewat pendampingan Reforma Agraria, kini warga memiliki arah usaha yang lebih jelas dan bisa mandiri,” ujar Alfia Fathul Hidayati, Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan (P2) Kantor Pertanahan Kota Yogyakarta, yang terlibat dalam pendampingan pada 2022–2023.

Bersama dan mitra usaha swasta, Kantah Kulon Progo mendorong penguatan kelembagaan kelompok tani, peningkatan kapasitas produksi, hingga sertifikasi organik. Hasilnya terasa cepat. Kelompok Tani Gula Semut Nyawiji Mulyo kini tumbuh menjadi penggerak ekonomi desa.

“Dulu kami produksi sendiri-sendiri dan pasarnya hanya sekitar desa. Setelah dibimbing, kelompok kami terbentuk dan lebih rapi. Sekarang kami bahkan bisa ekspor,” tutur Sadiman, Ketua Kelompok Tani Gula Semut Nyawiji Mulyo.

Menurut Sadiman, dengan PT Nira Lestari Internasional membuka bagi produk gula semut Hargorejo masuk pasar global. “Alhamdulillah, sekarang bisa kontainer per bulan,” ujarnya.

ini juga diakui Hargorejo, Bekti Murdayanto. Menurutnya, sedikitnya 100 petani gula semut di desanya kini merasakan langsung manfaat Reforma Agraria, bukan hanya dari sisi legalitas tanah, tetapi juga peningkatan keterampilan usaha.

“Program Reforma Agraria bukan hanya soal . Ini tentang bagaimana warga bisa mengelola potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan. Gula semut kini menjadi ikon desa kami,” katanya.

Dengan geliat ekonomi baru, Hargorejo tidak lagi sekadar desa perbukitan di Kulon Progo. Melalui semangat gotong royong dan pendampingan berkelanjutan, desa ini menjelma menjadi bukti nyata bahwa Reforma Agraria mampu menghadirkan perubahan: dari tanah yang pasti menjadi harapan yang tumbuh. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

MoU ATR/BPN dan Kementerian Kehutanan Jadi Dasar Penyelesaian Konflik Agraria

25 Januari 2026 - 07:47

Menteri Nusron Wahid

HGU di Lahan TNI AU Dicabut, Negara Selamatkan Aset Rp14,5 Triliun

24 Januari 2026 - 18:13

Menteri Nusron Wahid

Menteri ATR/BPN: Reforma Agraria Dimulai dari Kepastian TORA

24 Januari 2026 - 06:45

menteri nusron wahid

ATR/BPN dan DPR Bahas Penataan Kawasan Perbatasan Negara

23 Januari 2026 - 06:10

Wamen Ossy Dermawan

Menteri ATR/BPN Sebut 4,09 Juta Hektare Kawasan Hutan Berhasil Dikuasai Kembali

23 Januari 2026 - 05:49

Menteri Nusron Wahid

Menteri ATR/BPN Tegaskan Lahan Hunian Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Sudah Siap

22 Januari 2026 - 05:34

menteri nusron wahid
Trending di Nasional