Menu

Mode Gelap

Daerah · 27 Agu 2025

Anwar Hafid: Tidak Boleh Ada Anak Sulawesi Tengah Putus Sekolah


					Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, saat meninjau fasilitas pendidikan di Kabupaten Banggai Kepulauan, Selasa (26/08/25). FOTO: istimewa Perbesar

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, saat meninjau fasilitas pendidikan di Kabupaten Banggai Kepulauan, Selasa (26/08/25). FOTO: istimewa

BANGKEP,netiz.id – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. , menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh anak di Sulawesi Tengah mendapatkan hak pendidikan tanpa terkecuali. Hal itu disampaikan dalam kunjungan kerjanya ke Kepulauan, Selasa (26/08/25), dengan agenda meninjau Luar Biasa (SLB) Negeri Salakan dan SMA Negeri 1 Tinangkung.

Kunjungan Gubernur diawali dengan peletakan batu pertama tiga ruang kelas baru SLB Negeri Salakan yang terletak di Jalan Trans Peling Kautu, Kecamatan Tinangkung. Sekolah tersebut mengusung boarding school (asrama) dengan fasilitas ruang musik dan pembinaan keagamaan melalui shalat lima waktu berjamaah. Kepala SLB, Hartati H. Dj. Monggilo, menyampaikan bahwa siswa-siswi SLB rutin mengikuti pameran untuk menyalurkan kreativitas dan keterampilan mereka.

Usai dari SLB, Gubernur melanjutkan kunjungan ke SMA Negeri 1 Tinangkung, sekolah tertua di Banggai Kepulauan. Kepala sekolah, Alwia, S.Pd., M.Pd., melaporkan bahwa SMA tersebut memiliki 17 ruang kelas, ruang perpustakaan, laboratorium, serta didukung 38 guru dengan jumlah siswa mencapai 590 orang.

Dalam kesempatan itu, Anwar Hafid menekankan bahwa memiliki tanggung jawab penuh memastikan tidak ada anak yang putus sekolah hanya karena alasan biaya maupun fasilitas.
“Ini tanggung jawab seorang Gubernur. Tidak boleh ada alasan anak-anak Sulawesi Tengah tidak sekolah, baik SMA, SMK, maupun SLB. Tidak ada lagi pungutan, jangan halangi anak sekolah hanya karena tidak punya seragam. Pemerintah wajib memfasilitasi rakyatnya untuk belajar,” tegasnya.

Lebih jauh, Gubernur juga menyampaikan program pendidikan tinggi melalui beasiswa, baik jalur prestasi maupun afirmasi untuk keluarga kurang mampu. Ia menargetkan ke depan setiap desa di Sulawesi Tengah memiliki minimal satu dokter.

Selain itu, Pemerintah menjalin dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam bidang teknik metalurgi industri, guna membuka peluang kerja bagi lulusan daerah di kawasan industri besar seperti .
“Mensarjanakan anak-anak Sulawesi Tengah adalah cita-cita kita. Jangan berpikir tidak bisa kuliah. Pemerintah akan mendukung, bahkan hingga ke luar negeri dengan skema kuliah sambil bekerja,” tambahnya. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

“Tidak Ada Jabatan Basah dan Kering”, Anwar Hafid Tantang Pejabat Pemprov Sulteng Berinovasi

15 Januari 2026 - 20:18

Gubernur Sulteng, ANwar Hafid

Sekretaris DPRD Sulteng Dorong Kinerja Aparatur pada Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV

15 Januari 2026 - 19:59

Sekwan DPRD SULTENG

Anwar Hafid Lantik 389 Pejabat Pemprov Sulteng, Tekankan Data, Digitalisasi, dan Prestasi

15 Januari 2026 - 17:01

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Komisi IV DPRD Sulteng Pastikan Program 2026 Selaras Kebutuhan Masyarakat

15 Januari 2026 - 14:02

DPRD SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Paparkan Hilirisasi Kelapa dan Pariwisata Danau Paisupok ke Bappenas

15 Januari 2026 - 11:31

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Anwar Hafid Dorong Kolaborasi Pemprov Sulteng–ITB untuk Pendidikan, Riset, dan Tata Ruang

15 Januari 2026 - 08:03

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah