Menu

Mode Gelap

Daerah · 22 Jan 2025

Puluhan Warga Tojo Barat Tolak Rencana Pembangunan Perkebunan Sawit


					Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Camat Tojo Barat, Desa Tombiano, Kabupaten Tojo Una-Una, Rabu (22/01/25). FOTO: istimewa Perbesar

Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Camat Tojo Barat, Desa Tombiano, Kabupaten Tojo Una-Una, Rabu (22/01/25). FOTO: istimewa

TOUNA,netiz.id – Puluhan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat menggelar demonstrasi di depan kantor Tojo Barat, Desa Tombiano, Kabupaten Tojo Una-Una, Rabu (22/01/25). Mereka menentang rencana masuknya perusahaan perkebunan kelapa sawit ke wilayah mereka. Aksi tersebut terkait dengan rencana pembangunan perkebunan sawit yang telah melakukan survei lokasi di Kecamatan Tojo Barat.

Masyarakat setempat menolak keras rencana tersebut, yang menurut mereka berawal dari kerja sama Bupati terpilih Lawidu dengan perusahaan yang berniat membangun perkebunan sawit di lima kecamatan di Tojo Una-Una. Kelima kecamatan itu adalah Kecamatan Batudaka, Kecamatan Ampana Tete, Kecamatan Ulubongka, Kecamatan Tojo, dan Kecamatan Tojo Barat. Dalam rencana tersebut, lokasi pertama yang akan dilakukan penanaman perdana adalah Kecamatan Ampana Tete dan Kecamatan Ulubongka.

Penolakan ini semakin menguat setelah masyarakat mengetahui bahwa pada 8 Januari , pemerintah kecamatan menggelar pertemuan dengan , perwakilan Pemkab, dan investor untuk membahas rencana survei lokasi pembangunan perkebunan sawit. Namun, pertemuan tersebut tidak disosialisasikan oleh pemerintah kecamatan kepada masyarakat, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.

Korlap aksi, Suge, dalam orasinya mengungkapkan alasan penolakan tersebut. “Wilayah ini adalah kawasan perkebunan dan pertanian yang sudah sangat produktif. Tanaman seperti kelapa, coklat, cengkeh, nilam, durian, alpokat, padi sawah, dan kopi sudah menjadi komoditas unggulan kami. Kami tidak ingin itu tergantikan dengan perkebunan sawit,” ujar Irwan.

Ia juga menegaskan, apabila perkebunan sawit beroperasi, perusahaan akan membuka di kawasan , yang berarti akan ada penebangan pohon yang berfungsi sebagai penyangga ketersediaan air dan mendukung kebutuhan pertanian serta persawahan di wilayah tersebut.

Camat Tojo Barat, Muh. Ruslan Siparante, yang menemui langsung massa aksi, menyatakan apresiasinya atas perjuangan masyarakat dan menegaskan bahwa tidak akan ada pembangunan perkebunan sawit di wilayahnya.

“Ada beberapa hal yang mendasari penolakan ini. Pertama, perusahaan sawit membutuhkan lahan seluas 20.000 hektare, sementara lahan masyarakat sudah ditanami tanaman produktif. Kedua, ada skema plasma mandiri yang akan disediakan bagi masyarakat yang ingin menanam sawit. Namun, kami tetap menolak,” ujar Camat Ruslan.

Dalam kesempatan itu, ia juga menandatangani pernyataan sikap Aliansi Masyarakat Tojo Barat yang menolak masuknya perkebunan kelapa sawit.

Di akhir aksi, Irwan Suge menyampaikan terima kasih kepada Camat yang mendukung perjuangan tersebut. Ia menegaskan, penolakan ini adalah hasil perjuangan dan doa masyarakat. Irwan juga mendesak Bupati saat ini dan Bupati terpilih untuk membatalkan rencana “mensawitkan” Kabupaten Tojo Una-Una. Ia berharap agar di Dapil Tojo, Tojo Barat, dan Ulubongka lebih proaktif dalam mengawal dan menanggulangi program yang dapat merugikan masyarakat. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 251 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

DPRD Sulteng Ikut Pererat Kebersamaan Forkopimda di Jamuan Kodaeral VI

13 Januari 2026 - 06:24

DPRD SULTENG

Komisi III DPRD Sulteng Tekankan Keadilan DBH bagi Daerah Penghasil Nikel

13 Januari 2026 - 06:13

DPRD SULTENG

Lebih 100 KK Terdampak, Pemprov Sulteng Lakukan Penanganan Darurat Banjir–Longsor di Donggala

12 Januari 2026 - 21:18

Banjir Donggala

PKS Turun Gunung, Rumah Warga Desa Wani Kembali Kinclong

12 Januari 2026 - 21:00

Relawan PKS Banjir DOnggala

Bupati Donggala Tinjau Lokasi Banjir, Enam Kecamatan Berstatus Tanggap Darurat

12 Januari 2026 - 20:28

Banjir Donggala

Banjir dan Longsor Terjang Wani, Pemprov Sulteng Turunkan Alat Berat dan Dirikan Posko Darurat

12 Januari 2026 - 20:11

Banjir Donggala
Trending di Daerah