Menu

Mode Gelap

Daerah · 24 Jun 2024

Pasien RSUD Undata Mengadu ke Ombudsman Soal Pelayanan Kurang Memuaskan


					Suasana saat Ika Fatmawati mengadukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah atas pelayanan yang dianggapnya kurang baik. photo: ist Perbesar

Suasana saat Ika Fatmawati mengadukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah atas pelayanan yang dianggapnya kurang baik. photo: ist

PALU,netiz.id — Seorang pasien bernama Ika Fatmawati mengadukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata ke (ORI) Perwakilan atas yang dianggapnya kurang baik.

Ika menyampaikan keluhannya langsung kepada Kepala Keasistenan Bidang Penerimaan Laporan Ombudsman Provinsi Sulteng, Depni Leliani Situmorang, di Kantor Ombudsman Sulteng, pada Senin, (24/06/24)

“Saya merasa dirugikan dengan pelayanan yang diberikan oleh perawat di . Rumah sakit besar seperti ini seharusnya melayani pasien dengan baik, kenyataannya tidak,” ungkap Ika Fatmawati.

Ika menceritakan pengalamannya saat dirawat di RSUD Undata pada 14 Juni . Saat itu, ia datang ke IGD RSUD Undata karena mengalami sesak napas akibat batuk kering yang telah berlangsung selama satu minggu.

Namun, ketika darahnya diambil untuk , botol darah tersebut jatuh ke lantai dan harus diambil ulang beberapa kali.

“Tiga kali darah saya diambil karena mereka lupa memberi label pada botol darah,” jelas Ika.

Lebih lanjut, Ika mengungkapkan kebingungannya terkait pembayaran tunggakan BPJS Kesehatan. Ia sempat memilih untuk membayar tunai karena merasa urusan BPJS rumit. Namun, pihak rumah sakit tetap memintanya menggunakan BPJS, tanpa memberikan yang jelas mengenai pembayaran dan prosedurnya.

Selama di IGD, Ika juga merasa tidak nyaman karena harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan fasilitas kamar, yang akhirnya ditempatkan di ruangan Kemuning. Ia juga harus mengurus sendiri administrasi BPJS dan mengalami kesulitan mendapatkan air di toilet IGD.

Kekecewaan Ika memuncak saat ia menemukan ban kendaraannya dikempesi yang diduga dilakukan oleh petugas RSUD Undata. Hal ini membuatnya semakin kesal dengan pelayanan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulteng itu.

Ika Fatmawati berharap, laporannya dapat menjadi perhatian agar pelayanan rumah sakit tersebut dapat diperbaiki dan lebih ramah terhadap pasien.

“Semua apa yang saya sampaikan ini fakta, tidak ada satupun rekayasa. Jadi saya harap pihak RSUD Undata memperbaikinya, sebab saya sangat merasakan bagaimana pelayanan di RS tersebut,” imbuhnya.

Kepala Keasistenan Bidang Penerimaan Laporan Ombudsman Provinsi Sulteng, Depni Leliani Situmorang mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut. “Mungkin satu dua hari ini kami akan proses,” ujarnya. (TIM)

Artikel ini telah dibaca 373 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

“Tidak Ada Jabatan Basah dan Kering”, Anwar Hafid Tantang Pejabat Pemprov Sulteng Berinovasi

15 Januari 2026 - 20:18

Gubernur Sulteng, ANwar Hafid

Sekretaris DPRD Sulteng Dorong Kinerja Aparatur pada Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV

15 Januari 2026 - 19:59

Sekwan DPRD SULTENG

Anwar Hafid Lantik 389 Pejabat Pemprov Sulteng, Tekankan Data, Digitalisasi, dan Prestasi

15 Januari 2026 - 17:01

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Komisi IV DPRD Sulteng Pastikan Program 2026 Selaras Kebutuhan Masyarakat

15 Januari 2026 - 14:02

DPRD SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Paparkan Hilirisasi Kelapa dan Pariwisata Danau Paisupok ke Bappenas

15 Januari 2026 - 11:31

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Anwar Hafid Dorong Kolaborasi Pemprov Sulteng–ITB untuk Pendidikan, Riset, dan Tata Ruang

15 Januari 2026 - 08:03

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah