YOGYAKARTA,netiz.id — Yehuda Altriksen Lay, 15 tahun, dari SMP Negeri 1 Melonguane, Sulawesi Utara, menempuh perjalanan panjang demi menggapai mimpinya. Ia rela meninggalkan kampung halamannya untuk menuntut ilmu di salah satu SMA favorit di Yogyakarta, SMA Negeri 8.
Didorong tekad yang kuat dan semangat pantang menyerah, Yehuda memantapkan hatinya untuk bersekolah di Yogyakarta, kota yang dikenal sebagai kota pendidikan. Ia yakin bahwa pendidikan yang berkualitas di Yogyakarta akan membantunya meraih cita-citanya menjadi seorang dokter.
Perjalanan Yehuda menuju Yogyakarta tak mudah. Ia harus menempuh perjalanan selama 14 jam dengan kapal laut dari Melonguane ke Manado, dan kemudian melanjutkan penerbangan dengan transit di Makassar.
Kegigihan Yehuda tak hanya ditunjukkan dari tekadnya untuk menempuh pendidikan di Yogyakarta, tetapi juga dari usahanya dalam membiayai pendidikannya. Ia mengumpulkan uang dari hasil penjualan kopra untuk membiayai perjalanan dan kebutuhannya di Yogyakarta.
Dukungan penuh dari orang tua menjadi kekuatan bagi Yehuda. Orang tuanya meyakini bahwa Yogyakarta adalah tempat yang tepat bagi Yehuda untuk meraih masa depan yang gemilang.
“Pesan orang tuaku adalah percaya kepada Tuhan dan orang tua yang senantiasa mendoakan saya,” ungkap Yehuda.
Ia bertekad untuk mencari pendidikan yang terbaik dan ingin mengabdikan ilmunya untuk bangsa dan negara, khususnya di daerah perbatasan utara NKRI tempat tinggalnya.
Saat ini, Yehuda tengah mengikuti proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 8 Yogyakarta. Ia berharap dan berdoa agar dapat diterima di sekolah tersebut dan mewujudkan mimpinya menjadi seorang dokter.
Kisah Yehuda merupakan inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi para pelajar di daerah terpencil yang memiliki mimpi besar. Kegigihan dan semangatnya menunjukkan bahwa dengan tekad dan kerja keras, segala rintangan dapat dilewati dan mimpi dapat diraih. (WR)




