Menu

Mode Gelap

Daerah · 26 Jun 2023

Sikim Parigi Moutong Terbengkalai dan Terabaikan, Anggaran Puluhan Miliar Terbuang Percuma!


					Sikim Parigi Moutong Terbengkalai dan Terabaikan, Anggaran Puluhan Miliar Terbuang Percuma! Perbesar

PARIGIMOUTONG,netiz.id () yang seharusnya menjadi sumber lapangan kerja dan penggerak ekonomi bagi setempat, kini terlihat terbengkalai dan terabaikan.

Pantauan media di lokasi mega proyek yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 Kabupaten Parigi Moutong, mengungkapkan pemandangan yang memprihatinkan.

Sikim yang terletak di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, kini terlihat sepi dari aktivitas. Bangunan megah dengan warna putihnya telah ditumbuhi rumput liar yang menjalar, bahkan sebagian sudah hampir tertutupi oleh rumput tersebut.

Keadaan ini sangat memperihatinkan mengingat lokasinya yang strategis, berada di tepi jalan trans Sulawesi dan hanya berjarak sekitar 20 kilometer dari Ibu Kota Kabupaten Parigi Moutong.

Sayangnya, megahnya bangunan Sikim yang bernilai puluhan miliar ini seolah-olah menjadi pemandangan memalukan bagi masyarakat sekitar dan para pengguna jalan trans Sulawesi yang melintasi daerah ini. Bangunan yang seharusnya menjadi pusat industri dan menampung peluang kerja bagi warga Desa Avolua dan Desa Uevolo, justru terbengkalai dan tidak berfungsi.

Enda, seorang warga Desa Uevolo, mengungkapkan kekecewaannya terhadap proyek Sikim ini. Ia menyebut bahwa anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan Sikim hanya terasa seperti pemborosan semata. Meskipun ada beberapa orang yang bekerja di awal pembangunan, jumlahnya tidak signifikan dan hanya bertahan selama setahun.

Kabupaten Parigi Moutong, sebagai pihak yang terkait dengan proyek Sikim ini, terlihat tidak mampu mengatasi situasi yang memprihatinkan ini.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Parigi Moutong, Moh. Yasir, mengakui bahwa proyek Sikim terbengkalai disebabkan oleh ketidakmampuan pihak ketiga yang dipercayakan sebagai pengelola.

“Pihak dinas telah berupaya mengundang pengelola Sikim untuk memberikan penjelasan dan terkait kontrak yang telah ditandatangani lima tahun yang lalu,” Ucapnya saat dikonfirmasi media ini. Senin (26//23)

Namun, lanjutnya, alasan yang diberikan perusahaan tersebut berkaitan dengan masalah permodalan dan alasan lainnya. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Parigi Moutong telah mengirimkan , termasuk terkait kebersihan proyek.

Selain itu, kata dia, mereka juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit dan merekomendasikan pemutusan kontrak.

Moh. Yasir menegaskan bahwa kontrak kerjasama tersebut akan berakhir dalam waktu setahun, dan pihak dinas bertekad untuk mengakhiri kontrak tersebut pada tahun depan.

Keadaan Sikim Parigi Moutong yang terbengkalai dan terabaikan menjadi bukti nyata dari pemborosan anggaran puluhan miliar yang seharusnya memberikan manfaat ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. (TIM)

Artikel ini telah dibaca 178 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

“Tidak Ada Jabatan Basah dan Kering”, Anwar Hafid Tantang Pejabat Pemprov Sulteng Berinovasi

15 Januari 2026 - 20:18

Gubernur Sulteng, ANwar Hafid

Sekretaris DPRD Sulteng Dorong Kinerja Aparatur pada Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV

15 Januari 2026 - 19:59

Sekwan DPRD SULTENG

Anwar Hafid Lantik 389 Pejabat Pemprov Sulteng, Tekankan Data, Digitalisasi, dan Prestasi

15 Januari 2026 - 17:01

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Komisi IV DPRD Sulteng Pastikan Program 2026 Selaras Kebutuhan Masyarakat

15 Januari 2026 - 14:02

DPRD SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Paparkan Hilirisasi Kelapa dan Pariwisata Danau Paisupok ke Bappenas

15 Januari 2026 - 11:31

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Anwar Hafid Dorong Kolaborasi Pemprov Sulteng–ITB untuk Pendidikan, Riset, dan Tata Ruang

15 Januari 2026 - 08:03

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah