SURAKARTA,netiz.id – Celebest FC harus menelan pil pahit setelah takluk 1-2 dari Tribrata Rafflesia FC pada laga babak 16 besar Liga 4 Nasional 2024/2025 yang digelar di Stadion Kotabarat, Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (13/05/25). Kekalahan ini diwarnai kontroversi keputusan wasit yang memicu protes keras dari kubu Celebest.
Laga berjalan panas sejak menit awal. Celebest FC tampil menekan, namun justru harus kecolongan dua gol dari permainan efektif Tribrata Rafflesia FC. Tim asal Bengkulu itu pun mengamankan tiga poin dan memastikan diri lolos ke babak 8 besar sekaligus meraih tiket promosi ke Liga 3 musim depan.
Sementara bagi Celebest FC, kekalahan ini membuat peluang lolos ke fase berikutnya kian berat. Namun, yang paling menyita perhatian bukan hanya hasil akhir, melainkan kepemimpinan wasit Rohani asal Jakarta Barat yang dinilai merugikan tim berjuluk Tanduk Anoa.
Salah satu momen krusial terjadi saat striker Rivaldi dijatuhkan di kotak penalti. Alih-alih menunjuk titik putih, wasit membiarkan permainan terus berjalan. Tak berhenti di situ, winger Agil Tondra juga menjadi korban tekel keras dua kali tanpa satu pun kartu yang dikeluarkan.
Manajer Celebest FC, Ahmadi Buraera, menyayangkan kinerja sang pengadil lapangan.
“Kami merasa dirugikan oleh keputusan wasit yang berat sebelah. Kami hanya ingin bermain dengan fair play,” tegasnya usai laga.
Ahmadi bahkan sempat memprotes langsung kepada wasit di tengah pertandingan, namun tidak mendapat respons. Ketegangan memuncak selepas laga, saat beberapa ofisial Celebest mendatangi bangku wasit untuk melayangkan protes keras.
Terlepas dari kontroversi, Tribrata Rafflesia FC tetap tampil efisien. Setelah sebelumnya mengalahkan Persinga Ngawi 2-1, mereka kini memuncaki klasemen Grup C dengan enam poin, menjadi tim pertama yang mengamankan tempat di babak 8 besar Liga 4 Nasional. (*)




