KUDUS,netiz.id – Teriakan dukungan bergema di GOR Kaliputu Djarum, Kabupaten Kudus, saat nama Reyva Imelda Sambenthiro dipanggil ke podium. Atlet karate asal Sulawesi Tengah itu berdiri tegak, menyunggingkan senyum bangga setelah berhasil menyabet medali perunggu di nomor kumite +68 kilogram putri pada ajang PON Bela Diri 2025, Kamis (23/10/25).
Reyva, yang merupakan atlet dari Perguruan Wadokai, tampil luar biasa sejak babak awal. Ketangguhannya diuji oleh lawan-lawan berat dari berbagai provinsi, namun ia tak gentar. Dengan teknik yang matang dan kendali emosi yang stabil, Reyva mampu menaklukkan tekanan dan mengamankan posisi di tiga besar.
“Setiap pertandingan saya anggap final. Saya hanya ingin berikan yang terbaik untuk Sulawesi Tengah,” ujar Reyva.
Prestasi ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua KONI Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq. Menurutnya, perjuangan Reyva menjadi bukti nyata bahwa pembinaan olahraga bela diri di Sulteng semakin berkembang dan mampu bersaing di level nasional.
“Kami sangat bangga atas perjuangan Reyva. Medali ini adalah buah dari kerja keras dan semangat pantang menyerah. Semoga menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda Sulteng lainnya,” ungkap Fathur Razaq.
Ia menambahkan, KONI Sulteng akan terus memperkuat dukungan terhadap para atlet yang berlaga di ajang nasional, baik dari sisi fasilitas, motivasi, maupun pembinaan berkelanjutan.
Dengan raihan perunggu ini, kontingen Sulawesi Tengah kembali menambah pundi-pundi prestasi di ajang PON Bela Diri Kudus 2025. Keringat dan kerja keras para atlet menjadi simbol tekad Sulteng untuk terus bersinar di panggung olahraga nasional. (KB/*)




