PALU,netiz.id — Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Tengah menggelar Kursus Wasit Lisensi C2 yang diikuti peserta lintas daerah dari Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah sendiri. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai 9 hingga 14 Desember 2025, bertempat di Asrama Haji Transit Palu, Jalan WR Supratman, Palu.
Sebanyak 25 orang wasit yang telah mengantongi lisensi C ambil bagian dalam pelatihan ini. Rinciannya, 7 peserta berasal dari Sulawesi Barat, 1 peserta dari Sulawesi Selatan, dan 17 peserta dari Sulawesi Tengah. Kursus ini menjadi ajang peningkatan kapasitas bagi para pengadil lapangan agar semakin profesional dalam menjalankan tugas di setiap pertandingan.
Ketua Panitia Pelaksana, Teguh, menjelaskan bahwa materi yang diberikan mencakup teori perwasitan dari instruktur nasional serta praktik lapangan yang digelar secara intensif. Untuk menunjang praktik tersebut, panitia menyiapkan sejumlah lapangan, yakni Lapangan Beringin, Nunu, Kilat Silae, dan Gawalise Tipo. Sementara itu, Soeharto ditunjuk sebagai instruktur sekaligus pemateri resmi dari PSSI.
Sementara itu, Ketua Umum Asprov PSSI Sulawesi Tengah, Hadianto Rasyid, melalui Exco PSSI Sulteng, Ismail Pangeran, menegaskan pentingnya menjaga integritas, ketegasan, dan wibawa sebagai seorang wasit. Menurutnya, wasit merupakan elemen vital dalam menjaga jalannya pertandingan agar tetap sportif dan adil.
“Wasit harus memimpin pertandingan dengan penuh tanggung jawab, tegas dalam mengambil keputusan, serta mampu menjaga wibawa di lapangan. Profesionalisme adalah kunci utama,” ujarnya.
Melalui kursus ini, Asprov PSSI Sulawesi Tengah berharap dapat melahirkan wasit-wasit yang tidak hanya mumpuni secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi, sehingga mampu mendukung kemajuan sepak bola di tingkat daerah maupun nasional. (KB)




