netiz.id — AC Milan kembali menunjukkan kemampuan luar biasa dalam melakukan comeback. Dalam laga pekan ke-22 Liga Italia 2024–2025, Anak Asuh Sergio Conceicao berhasil meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Parma setelah sempat tertinggal dua kali.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion San Siro, Minggu (26/01/25), dimulai dengan kejutan dari tim tamu. Parma, yang berhasil mengalahkan Milan 2-1 pada pertemuan pertama musim ini di Ennio Tardini, mampu unggul lebih dulu pada menit ke-24 melalui sepakan kaki kiri terukur Matteo Cancellieri. Gol ini tercipta setelah bek sayap kiri Milan, Theo Hernandez, terpeleset, memberikan kesempatan bagi Cancellieri untuk menguasai bola dan melepas tembakan ke pojok kiri gawang Il Rossoneri
Milan hampir menyamakan kedudukan pada menit ke-26, namun gol yang dicetak Alvaro Morata setelah menerima umpan Youssouf Fofana dianulir karena Morata sudah terjebak dalam posisi offside. Milan akhirnya berhasil mencetak gol penyeimbang pada menit ke-38 melalui sepakan penalti Christian Pulisic. Penalti diberikan setelah kiper Parma asal Jepang, Zion Suzuki, melakukan pelanggaran dengan mendorong bek Milan, Strahinja Pavlovic.
Namun, Rossoneri tidak berhenti di situ. Meskipun peluang untuk balik memimpin sempat terhambat ketika sepakan Tijjani Reijnders pada menit ke-43 berhasil dimentahkan oleh Zion Suzuki, Milan terus menekan. Pada babak kedua, pelatih Sergio Conceicao membuat beberapa perubahan strategis dengan menarik keluar Theo Hernandez dan Rafael Leao, menggantikan mereka dengan Davide Bartesaghi dan Ismael Bennacer. Beberapa menit kemudian, Tammy Abraham dan Samuel Chukwueze juga dimasukkan untuk menggantikan Alvaro Morata dan Youssouf Fofana.
Namun, perubahan tersebut tidak langsung membuahkan hasil. Pada menit ke-80, Parma kembali memimpin setelah Enrico Del Prato memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Drissa Camara. Proses gol tersebut diawali oleh kesalahan operan Ismael Bennacer yang berhasil dicuri oleh pemain Parma.
Milan tidak menyerah. Pada menit ke-88, mereka sempat menjebol gawang Parma melalui tandukan Strahinja Pavlovic, namun gol tersebut dianulir karena Pavlovic berada dalam posisi offside. Ketegangan akhirnya berakhir pada menit ke-90+5, ketika Samuel Chukwueze berhasil menyontek tandukan Pavlovic dan memastikan kemenangan 3-2 untuk Milan.
Kemenangan ini semakin menegaskan kemampuan Milan di bawah arahan Conceicao untuk bangkit dari ketinggalan. Ini juga menandai hasil positif ketujuh yang diraih Conceicao bersama Milan, dengan catatan lima kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Dalam empat kemenangan tersebut, Milan tercatat selalu kemasukan lebih dahulu sebelum akhirnya membalikkan keadaan. (*)




