PALU — Di balik gemuruh suporter dan hiruk pikuk laga semifinal di Gelora Bumi Kaktus, Senin malam itu menjadi panggung bagi keberanian anak-anak dari kota kecil di pinggiran Danau Poso. SMA GKST 1 Tentena, Kabupaten Poso, tim yang awalnya hanya menargetkan lolos hingga semifinal, justru tampil sebagai penakluk juara bertahan SMAN 5 Palu dengan skor tipis 1-0.
Tidak ada yang berlebihan dari langkah mereka. Suporter hanya sedikit yang datang menyemangati. Seragam sederhana, teriakan pelatih yang lugas, dan senyum yang kerap mencuri perhatian saat mereka menatap lawan. Namun semangat mereka adalah hal yang membedakan.
“Saya tekankan kepada anak-anak, kalau menang itu bonus. Artinya rezeki masih memihak kepada kita,” ucap sang pelatih Roky, dengan mata yang memantulkan kebanggaan. Sebuah filosofi sederhana yang justru menyalakan keyakinan di dada para pemain muda dari Tentena.
Persiapan mereka pun tidak dibalut fasilitas mewah. Hanya lapangan yang mungkin tidak sebaik venue pertandingan, dan latihan yang digeber sebulan penuh setelah kabar turnamen ini dipastikan bergulir. Syukurlah, hampir semua pemain sudah memiliki dasar bermain sepak bola sehingga adaptasi ke futsal tidak menjadi kendala besar.
Meski berasal dari daerah yang jauh dari hiruk pikuk pusat kompetisi, mereka datang membawa sesuatu yang kuat: rasa percaya diri dan solidaritas sebagai satu keluarga. Mereka datang sebagai wakil Tentena dan ingin pulang sebagai kebanggaan Tentena.
Kini satu langkah terakhir menanti. Final. Lawan yang lebih kuat sudah menunggu yaitu SMAN 1 Palu. Evaluasi harus terus dilakukan. Namun raut wajah para pemain menunjukkan bahwa mereka tidak akan berhenti bermimpi hanya karena status lawan lebih mentereng.
Di tribun, suporter kecil. Di lapangan, keringat menjadi bukti bahwa kemenangan bukan kebetulan. Di hati mereka, tumbuh keyakinan bahwa juara tidak selalu dilahirkan oleh favorit, tapi oleh mereka yang berani melawan rasa takut.
Anak-anak Tentena itu sudah membuktikan satu hal, sekalipun berasal dari kota kecil, mereka punya mimpi besar. Langkah mereka mungkin sederhana, tetapi setiap tekel, setiap umpan, dan setiap gol, adalah cerita tentang harapan.
Final menunggu. Mereka belum selesai. Semangat mereka masih penuh. Tentena bersiap menyaksikan sejarah baru pada Rabu malam (29/10/25). Mari kita saksikan bersama. (KB)




