DONGGALA,netiz.id — Calon Bupati dan Wakil Bupati Donggala nomor urut 5, Moh Yasin dan Syafiah Basir, menyampaikan komitmen mereka untuk memprioritaskan pendidikan dan infrastruktur di Kabupaten Donggala. Menurut Syafiah, alokasi sebesar 20 persen dari APBD wajib digunakan untuk sektor pendidikan, dan pasangan ini berjanji akan memanfaatkan dana tersebut untuk mendukung pemerataan akses pendidikan.
“Tidak bisa ditawar, 20% dari APBD harus dialokasikan untuk pendidikan. Kami sangat berkomitmen untuk memberikan bantuan beasiswa S1 dan S2, baik di dalam negeri maupun luar negeri, terutama bagi wilayah yang selama ini terpinggirkan seperti Kecamatan Pinem Bani,” ujar Syafiah, Kamis (07/11/24).
Selain beasiswa, pasangan Yasin-Syafiah juga fokus pada perbaikan infrastruktur pendidikan di kecamatan-kecamatan dengan akses jalan yang sulit. “Infrastruktur menjadi salah satu masalah dalam layanan pendidikan, terutama di Pinembani dan Banawa Selatan. Sulitnya akses jalan dan adanya jembatan yang putus menyulitkan anak-anak untuk pergi ke sekolah,” tambahnya.
Syafiah juga menyoroti pentingnya penempatan tenaga pendidik tanpa campur tangan kepentingan politik. “Kami memastikan tidak ada lagi penempatan tenaga pendidik yang berdasarkan kepentingan politik. Semua akan dikembalikan ke daerah asalnya agar mereka dapat melayani sebagai tenaga pendidik yang profesional,” jelasnya.
Selain pendidikan, pasangan ini juga berkomitmen untuk melestarikan budaya lokal. Mereka berencana mengalokasikan anggaran untuk memberikan insentif kepada lembaga adat guna memperkuat nilai-nilai budaya. “Kami akan mengintervensi anggaran untuk memberikan insentif kepada lembaga adat, agar nilai-nilai budaya semakin kuat,” katanya.
Syafiah menambahkan bahwa pengenalan budaya lokal melalui pameran dapat menjadi solusi untuk menarik minat anak-anak. “Anak-anak hari ini mungkin merasa jenuh dengan muatan lokal. Pameran budaya dan pariwisata bisa menjadi solusi untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya kita,” pungkasnya. (Dg)




