JAKARTA,netiz.id – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid dan dr. Reny A. Lamadjido, menunjukkan tren positif dalam survei terbaru yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI). Hasil survei menunjukkan bahwa pasangan Anwar-Reny unggul dengan elektabilitas 35,3% dari tiga pasangan calon yang bersaing. Menariknya, meskipun tingkat popularitas Reny Lamadjido masih relatif rendah, tingkat kesukaan terhadapnya mencatat angka tinggi, yaitu 80,1% di antara para responden yang mengenalnya.
Reny Lamadjido, yang baru dikenal oleh 58,1% responden, mampu menarik perhatian pemilih berkat citranya sebagai tokoh yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Angka ini kontras dengan calon wakil gubernur lainnya, yang dikenal lebih luas namun memiliki tingkat kesukaan yang lebih rendah. Keberhasilan ini mencerminkan adanya “kuda hitam” dalam pemilihan kali ini, dengan Reny berpotensi menarik pemilih yang masih bimbang menjelang pemilihan gubernur.
Selain itu, survei ini juga mengungkapkan bahwa sekitar 25,3% pemilih masih belum menentukan pilihan. Angka ini menunjukkan potensi besar yang dapat menjadi penentu dalam hasil pemilihan mendatang. Menurut pengamat politik, tingginya angka pemilih yang belum menentukan pilihan ini bisa jadi merupakan peluang bagi tim kampanye Anwar-Reny untuk terus meningkatkan sosialisasi dan memperkenalkan Reny Lamadjido kepada pemilih, terutama di wilayah yang selama ini belum terjangkau oleh kampanye mereka.
Pengamat menilai bahwa dalam kondisi elektabilitas yang fluktuatif dan dengan banyaknya pemilih yang masih bimbang, figur dengan citra yang bersih dan dekat dengan masyarakat, seperti Reny Lamadjido, berpotensi meraup suara dari pemilih mengambang. Sosialisasi yang intensif melalui pertemuan langsung dan pemanfaatan media massa dinilai dapat memperkuat peluang pasangan ini di hari pemilihan, yang dijadwalkan berlangsung pada 27 November mendatang.
Survei LSI melibatkan 800 responden warga Sulawesi Tengah yang memiliki hak pilih, dengan margin of error ±3,5% pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil ini memberikan gambaran awal peta elektoral di Sulawesi Tengah, yang masih sangat mungkin berubah seiring dinamika kampanye. (*)




