PALU,netiz.id — Di tengah duka yang menyelimuti sejumlah wilayah di Pulau Sumatera akibat bencana alam, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah memilih hadir lebih dekat dengan masyarakat terdampak. Melalui pengiriman relawan kemanusiaan ke Aceh dan Sumatera Barat, PKS Sulteng menegaskan bahwa politik tidak semata soal kekuasaan, tetapi juga tentang kepedulian dan empati.
Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah, Muhammad Wahyuddin, mengatakan aksi tersebut merupakan bagian dari Gerakan Tanggap Bencana (GTB) PKS yang melibatkan pejabat publik, kader, hingga simpatisan. Ia menegaskan bahwa kerja-kerja kemanusiaan harus dilakukan secara nyata dan berkelanjutan, terutama saat masyarakat menghadapi situasi darurat.
“Bagi kami, membantu korban bencana adalah panggilan kemanusiaan. Karena itu, kami tidak hanya mengirim relawan, tetapi juga menggerakkan solidaritas internal partai,” ujar Wahyuddin dalam konferensi pers di Kota Palu, Kamis (18/12/25). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Komunikasi Digital (Kabid Komdigi) DPW PKS Sulteng, Hanif, serta Anggota Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Takwin.
Ia menambahkan, bentuk solidaritas tersebut diwujudkan melalui pemotongan gaji pejabat publik dari PKS, termasuk anggota DPRD dan Wakil Bupati Banggai Laut. Dari penggalangan dana tersebut, PKS Sulawesi Tengah berhasil menghimpun sekitar Rp70 juta yang disalurkan melalui rekening Gerakan Tanggap Bencana (GTB) DPP PKS. Donasi masih terus bertambah dan ditargetkan menembus Rp100 juta seiring masuknya bantuan susulan.
Tak hanya bantuan dana, PKS Sulteng juga mengerahkan relawan berpengalaman yang telah terlibat dalam penanganan berbagai bencana sejak 2018. Para relawan diberangkatkan secara terkoordinasi ke Aceh dan Sumatera Barat, baik melalui penugasan resmi maupun inisiatif mandiri yang tetap berada dalam satu sistem komando.
Sementara itu, Kabid Komdigi DPW PKS Sulteng, Hanif, menyampaikan bahwa di lokasi bencana relawan PKS terlibat langsung dalam pendistribusian logistik, pengelolaan dapur umum, serta pelayanan di posko kemanusiaan. Bantuan disalurkan langsung kepada para penyintas, mulai dari kebutuhan pokok, bantuan tunai, hingga santunan bagi guru, siswa, serta keluarga korban yang terdampak paling parah.
PKS Sulteng juga memberikan perhatian terhadap pemulihan psikologis korban melalui kegiatan trauma healing. Relawan perempuan yang juga berprofesi sebagai ustazah hadir memberikan penguatan mental dan spiritual, terutama kepada anak-anak dan perempuan, melalui pendekatan keagamaan serta pendampingan emosional.
Anggota Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Takwin, menambahkan bahwa menariknya aksi kemanusiaan ini turut mendapat kepercayaan dari para donatur di luar struktur partai. Sejumlah bantuan bahkan disalurkan tanpa atribut partai dan tanpa publikasi, atas permintaan langsung para donatur. Meski demikian, PKS Sulteng tetap menjunjung tinggi prinsip transparansi dengan menyampaikan laporan pertanggungjawaban secara personal kepada para pemberi bantuan.
“Melalui langkah ini, PKS Sulawesi Tengah ingin menunjukkan bahwa politik yang sejati adalah politik yang hadir di tengah penderitaan rakyat, bekerja tanpa pamrih, serta mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan di atas kepentingan lainnya.” Pungkasnya. (KB)




