MALALAK,netiz.id — Anggota Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Hj. Fatimah Amin Lasawedi, M.Si., memberikan pendampingan ruhiyah kepada para penyintas banjir di Desa Toboh, Nagari Malalak, Kecamatan Malalak Timur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu (13/12/25).
Puluhan ibu-ibu penyintas mengikuti kegiatan siraman rohani yang dilaksanakan di mushala yang juga difungsikan sebagai Posko Utama PKS di Malalak. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menguatkan mental dan spiritual warga yang terdampak bencana, agar tetap tegar dan optimistis menghadapi masa pemulihan.
Dalam penyampaiannya, Hj. Fatimah menegaskan bahwa setiap peristiwa yang terjadi di muka bumi, termasuk bencana alam, merupakan bagian dari ketetapan dan skenario Allah SWT. Karena itu, ia mengajak para penyintas untuk mengambil hikmah, memperkuat kesabaran, serta meningkatkan tawakal dalam menghadapi ujian tersebut.
“Oleh karena itu, mari kita bersabar dan bertawakal. Insya Allah, sebagaimana janji Allah dalam Al-Qur’an, setiap kesabaran akan dibalas dengan pahala dan kebaikan,” ujar Hj. Fatimah.
Kegiatan pendampingan ruhiyah ini turut dihadiri dan didampingi oleh pengurus Bidang Perempuan dan Keluarga DPW PKS Sumatera Barat, serta relawan dari sejumlah lembaga kemanusiaan lainnya yang terlibat dalam penanganan bencana di wilayah tersebut.
Hj. Fatimah juga menyampaikan bahwa kehadiran relawan PKS dari Sulawesi Tengah ke Sumatera Barat merupakan wujud panggilan persaudaraan dan kemanusiaan. Menurutnya, kader PKS merasakan langsung empati mendalam atas musibah yang menimpa warga Sumatera Barat.
Ia mengingatkan bahwa Sulawesi Tengah, khususnya wilayah Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala), pernah mengalami bencana besar pada 2018 silam. Pengalaman tersebut menjadi alasan kuat bagi relawan PKS untuk hadir dan memberikan dukungan moril maupun spiritual kepada para penyintas.
“Di PKS, kepedulian dan semangat saling tolong-menolong sudah menjadi bagian dari jati diri. Dalam kondisi seperti ini, kita harus saling mendoakan dan menguatkan, tidak egois, serta tidak hanya memikirkan kenyamanan diri sendiri. Islam mengajarkan kita untuk saling merasakan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa sesama muslim ibarat satu tubuh,” tandasnya.
Pendampingan ruhiyah ini diharapkan dapat membantu para penyintas bangkit secara mental dan spiritual, sekaligus memperkuat solidaritas dan kebersamaan di tengah masa pemulihan pascabencana. (KB/*)




