DONGGALA,netiz.id – Calon Bupati Donggala, Moh Yasin, mengungkapkan pandangannya tentang pentingnya pengelolaan sektor pertambangan liar yang marak terjadi di wilayah Donggala. Yasin mengusulkan untuk melegalkan pertambangan liar melalui skema tambang rakyat yang teratur, sebagai langkah untuk menyeimbangkan antara keuntungan ekonomi dan kelestarian lingkungan hidup.
Dalam pernyataannya dalam debat kedua pada Kamis (07/11/24), Yasin menyoroti dampak positif dan negatif dari aktivitas pertambangan. Di satu sisi, pertambangan memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat di daerah-daerah yang bergantung pada sektor ini, seperti di Dampelas, Balaesang Tanjung, Sindue, dan Sojol. Di sisi lain, aktivitas ini kerap memicu permasalahan lingkungan dan konflik sosial.
“Pertambangan yang terjadi hari ini tentu menjadi perhatian penting terkait dengan soal lingkungan hidup dan konflik sosial. Namun, di sisi lain, pertambangan ini juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat di daerah-daerah yang bergantung pada sektor ini,” ujar Yasin.
Yasin menegaskan, legalisasi tambang liar melalui pengaturan kebijakan tambang rakyat adalah langkah yang efektif untuk meminimalkan risiko lingkungan serta memastikan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat. Dengan mengubah tambang liar menjadi tambang rakyat yang sah, Yasin berharap kegiatan pertambangan tidak hanya menguntungkan bagi pihak tertentu tetapi juga mampu menjaga kelestarian lingkungan.
“Saya kira untuk mendapatkan manfaat positif dari aktivitas ini, perlu dibuat kebijakan yang melegalkan kegiatan tersebut dengan menjadikannya tambang rakyat. Dengan begitu, kegiatan pertambangan bisa bermanfaat bagi semua orang dan tetap menjaga lingkungan yang kita punya,” tandasnya.
Rencana Yasin ini mendapat perhatian luas, mengingat isu pertambangan di Donggala kerap menjadi topik kontroversial. Para pengamat menilai, jika direalisasikan, kebijakan ini berpotensi mengurangi konflik dan kerusakan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertambangan. (Dg)




