JAKARTA,netiz.id – Presiden Republik Indonesia ke-8, Prabowo Subianto, menghadiri acara penutupan kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2024 yang berlangsung di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (31/12/24). Dalam acara tersebut, Presiden didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk menyampaikan sejumlah kebijakan strategis pemerintah menjelang tahun 2025.
Presiden Prabowo menyoroti implementasi kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diatur dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2021. Presiden menegaskan bahwa kebijakan kenaikan tarif PPN dari 11% menjadi 12% yang berlaku mulai 1 Januari 2025 hanya akan diterapkan pada barang dan jasa mewah. Contoh barang yang dimaksud meliputi pesawat jet pribadi, kapal pesiar, dan barang mewah lain yang dikonsumsi oleh golongan masyarakat mampu.
Sementara itu, untuk barang dan jasa non-mewah, tarif PPN tetap sebesar 11% dan tidak mengalami kenaikan. Adapun barang dan jasa yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat tetap dibebaskan dari PPN atau dikenakan tarif 0% sebagaimana ketentuan sebelumnya.
Selain itu, Presiden juga mengumumkan paket stimulus ekonomi senilai Rp38,6 triliun yang bertujuan untuk mendukung perekonomian rakyat. Paket ini meliputi bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan bagi 16 juta penerima bantuan pangan, diskon 50% untuk pelanggan listrik dengan daya maksimal 2.200 VA, pembiayaan bagi industri padat karya, insentif PPh Pasal 21 untuk pekerja dengan gaji hingga Rp10 juta per bulan, serta pembebasan PPh bagi UMKM dengan omzet kurang dari Rp500 juta per tahun.
“Kebijakan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk terus berpihak kepada kepentingan masyarakat luas, dengan mengutamakan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Presiden Prabowo
Presiden menegaskan, pemerintah akan terus bekerja keras untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama kelompok rentan, di tengah tantangan global yang semakin dinamis. (KB/*)




