DONGGALA,netiz.id — Dalam upaya untuk meningkatkan kesehatan hewan dan layanan pengiriman hewan dari Pulau Sulawesi, Kabupaten Donggala menghadapi kebutuhan mendesak akan dokter hewan.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Fraksi NasDem DPRD Donggala, Moh Taufik, saat rapat mitra kerja Komisi II di ruang sidang II pada Rabu (25/10/23).
Upik, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa fasilitas pemotongan hewan di kawasan tersebut membutuhkan dukungan dari dokter hewan. Selain itu, pengiriman hewan ke luar pulau juga memerlukan peran penting dari tenaga medis ini.
“Ini menjadi fokus utama dalam upaya mencapai swasembada daging sapi dan produk hewan lainnya,” katanya.
Upik juga mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu, pemerintah daerah menerima permintaan dari masyarakat yang ingin mengirim hewan, tetapi mereka menghadapi kendala karena kekurangan tenaga medis hewan. Permintaan rekomendasi kesehatan hewan ternak juga tidak dapat dipenuhi karena kurangnya dokter hewan di wilayah tersebut.
“Fraksi NasDem melihat ini sebagai masalah penting dan telah mendesak pemerintah daerah untuk segera mengatasi kekurangan ini dengan merekrut 2 dokter hewan melalui CPNS atau P3K pada tahun 2024 atau jika belum ada dibuka Formasi pendaftaran, nanti dimasukkan dalam honorarium,” tegasnya.
Politisi asal Desa Wani, Kecamatan Tanantovea, juga menambahkan bahwa dalam upaya untuk mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pelayanan kesehatan hewan, Pemerintah Daerah telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang pajak dan retribusi daerah yang mencakup distribusi jasa medis hewan ternak.
“Dengan demikian, sumber PAD akan bertambah di sektor peternakan,” ucapnya.
Upik menjelaskan bahwa dengan regulasi ini, sangat penting untuk mempersiapkan perangkat dan perangkat lunak yang diperlukan untuk memeriksa kesehatan hewan ternak. Hal ini akan membantu memastikan layanan kesehatan hewan yang lebih baik di Kabupaten Donggala, sesuai dengan pernyataan Ketua Fraksi NasDem. (KB)




