SIGI,netiz.id — Dua pemuda Desa Tuwa, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Junaedi dan Aksa, menunjukkan bahwa generasi milenial mampu menjadi kekuatan baru dalam sektor pertanian. Lima tahun lalu, keduanya mengambil langkah berani dengan menanam kopi di lahan desa. Kini, kerja keras itu terbayar: 3.000 pohon kopi yang mereka kelola telah memasuki masa produksi dan mulai menarik perhatian pelaku usaha kopi di Kota Palu.
Di bawah bimbingan Tamrin, SP, keduanya konsisten merawat kopi hingga menghasilkan kualitas yang mampu bersaing dengan petani di daerah lain. Kopi hasil produksi mereka diberi nama Kopi Tuwa, yang dikenal memiliki aroma khas dan cita rasa yang lebih nikmat, membuatnya cepat diterima berbagai warung kopi dan pelaku usaha minuman.
Tanaman kopi tersebut tersebar di dua titik wilayah Desa Tuwa, dengan populasi terbesar berada di Dusun 1. Memasuki usia tiga tahun, ribuan pohon kopi ini mulai produktif dan menandai potensi besar Desa Tuwa sebagai sentra kopi baru di Kabupaten Sigi.
Tidak puas hanya dengan bertumpu pada sektor perkebunan, Junaedi dan Aksa juga tengah merancang diversifikasi usaha ke bidang peternakan, seperti budidaya ikan nila dan bebek petelur. Langkah ini mereka ambil demi memperkuat keberlanjutan ekonomi, sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat sekitar.
“Kami berharap apa yang kami cita-citakan ini bisa menjadi semangat bagi petani milenial di Desa Tuwa,” ujar keduanya pada Minggu (16/11/25).
Kisah Junaedi dan Aksa menjadi bukti bahwa inovasi dan kegigihan generasi muda mampu mendorong desa bergerak maju. Desa Tuwa perlahan membangun identitas sebagai kampung petani milenial yang siap bersaing di dunia agribisnis. (KB/RD)




