PALU,netiz.id – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, menghadiri acara Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Asosiasi/Forum Pedagang Pasar se-Kota Palu. Acara tersebut berlangsung di Pasar Inpres Manonda, Jalan Bayam, Kelurahan Balaroa, pada Senin malam (27/5/24).
Acara Halal Bihalal yang diinisiasi oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara pedagang pasar dan pemerintah kota. Dalam sambutannya, Wali Kota Hadianto menyampaikan harapannya agar delapan forum pasar yang sudah terbentuk dapat memperkuat hubungan persaudaraan di antara para pedagang.
“Dengan adanya forum ini, saya berharap aspirasi dan harapan para pedagang dapat terwakili dan diperhatikan oleh pemerintah,” ujar Hadianto.
Selama tiga tahun masa jabatannya, Wali Kota Hadianto mengakui bahwa salah satu tantangan utama di Kota Palu adalah keberadaan pasar yang representatif. Ia menyoroti kondisi pasar-pasar strategis seperti Pasar Masomba, Pasar Inpres Manonda, dan Pasar Lasoani yang belum mencerminkan standar pasar yang layak untuk sebuah ibukota.
Salah satu masalah yang dihadapi adalah sengketa lahan di Pasar Inpres Manonda, yang menghambat pembangunan pasar yang representatif. Wali Kota Hadianto berharap sengketa tersebut segera terselesaikan sehingga pemerintah dapat memulai pembangunan pasar yang layak dan modern.
“Pemerintah Kota Palu berkomitmen untuk membangun pasar modern di Pasar Inpres Manonda karena lokasinya yang sangat strategis,” kata Hadianto.
Wali kota juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun pasar yang layak. Ia menyadari bahwa banyak pedagang terpaksa berjualan di luar pasar karena kondisi pasar yang tidak memadai.
Selain itu, Wali Kota Hadianto menyoroti masalah aset pasar di Kota Palu yang sebagian besar masih menjadi milik Kabupaten Donggala akibat pemekaran wilayah. Pencatatan aset yang tidak jelas menghambat pemerintah kota dalam melakukan pembangunan yang dibutuhkan.
“Syarat utama untuk membangun adalah kepemilikan aset oleh Pemerintah Kota Palu,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Orang Nomor Satu di Kota Palu itu mengajak ketua dan pengurus forum pasar se-Kota Palu untuk terus mengawal kebijakan pemerintah dengan baik dan berkomunikasi secara proaktif dengan dinas terkait. Ia berterima kasih atas keberadaan forum yang membantu pemerintah dalam menampung aspirasi pedagang pasar.
Forum ini juga direncanakan akan dilaporkan ke pusat agar terkoneksi dengan dewan pasar, namun Wali Kota Hadianto berpesan agar tetap menjaga komunikasi dengan pemerintah daerah setempat.
“Mari kita selesaikan masalah rumah kita sendiri agar tidak terpengaruh oleh hal-hal yang tidak sesuai dengan kondisi kita,” pesan Hadianto.
Wali kota menegaskan pentingnya forum untuk tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah yang tidak melibatkan mereka. Ia berharap forum ini tetap solid, objektif, dan netral dalam urusan politik praktis.
“Jangan sampai tergiring oleh arus politik. Saya ingin forum ini benar-benar menjadi media komunikasi yang fokus pada urusan pasar,” tutup Wali Kota Hadianto. (TIM)




