Menu

Mode Gelap

Daerah · 8 Feb 2025

Wakil Ketua I DPRD Sulteng Dukung Aspirasi LS-ADI, Desak Evaluasi Pertambangan yang Meresahkan


					Saat Waket I DRPD Sulteng, Aristan menemui masa aksi LS-ADI di halaman Gedung DPRD Provinsi Sulteng, Jumat (07/02/25). FOTO: istimewa Perbesar

Saat Waket I DRPD Sulteng, Aristan menemui masa aksi LS-ADI di halaman Gedung DPRD Provinsi Sulteng, Jumat (07/02/25). FOTO: istimewa

PALU,netiz.id – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Aristan, menerima massa dari Lembaga Swadaya Aksi Demokrasi Indonesia (LS-ADI) di halaman DPRD Provinsi Sulteng, Jumat (07/02/25). Pertemuan ini dilakukan untuk menampung aspirasi terkait pertambangan di wilayah Sulteng yang dinilai menimbulkan berbagai masalah lingkungan dan .

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan LS-ADI menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap perizinan dan operasi pertambangan di Sulteng. Mereka menilai aktivitas pertambangan telah menyebabkan kerusakan lingkungan, seperti banjir berulang, kekeringan sumber air, dan ancaman terhadap keanekaragaman hayati. Selain itu, operasi juga memicu konflik sosial karena mengambil alih wilayah kelola masyarakat, yang berujung pada hilangnya akses warga terhadap sumber kehidupan mereka.

Menanggapi hal tersebut, Aristan menyampaikan dan terima kasih setinggi-tingginya kepada LS-ADI atas penyampaian aspirasinya melalui aksi unjuk rasa. Ia menyatakan bahwa DPRD Sulteng sependapat dengan tuntutan LS-ADI untuk mengusut dan menuntaskan permasalahan pertambangan di wilayah tersebut. “Saat ini adalah momentum yang tepat untuk mengevaluasi seluruh perizinan dan operasi pertambangan yang telah menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujarnya.

Aristan juga menyoroti sejumlah lokasi yang menjadi fokus perhatian, seperti kawasan IMIP Morowali dan Morowali Utara, operasi tambang PT. CPM di Poboya Palu, pertambangan galian C di pegunungan pesisir , serta penambangan ilegal di dan . Menurutnya, dampak negatif dari aktivitas pertambangan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga memperparah kemiskinan di daerah lingkar tambang.

Lebih lanjut, Aristan menegaskan bahwa DPRD Sulteng akan berkoordinasi dengan pimpinan dewan dan komisi terkait untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Ia juga akan meminta Gubernur Sulteng dan pihak-pihak terkait, seperti Polda Sulteng, untuk mengambil langkah konkret guna merespons keresahan masyarakat.

“Kami akan mendorong penataan ulang perizinan dan operasi pertambangan untuk meminimalisir dampak negatifnya sekaligus meningkatkan pendapatan daerah demi kesejahteraan masyarakat Sulteng,” tegasnya. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 135 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Inflasi Sulteng Terkendali di Angka 3,31 Persen, TPID Perkuat Stok Pangan Hadapi Idul Fitri 2026

14 Januari 2026 - 19:32

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Wagub Sulteng Pimpin Rapat TPID, Siapkan Strategi Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan

14 Januari 2026 - 19:15

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Wakil Ketua Fraksi PKS, Takwin Tinjau dan Bantu Korban Banjir di Desa Wani

14 Januari 2026 - 18:51

Takwin

Relawan PKS Bersihkan Rumah Lansia Korban Banjir di Desa Wani

14 Januari 2026 - 17:52

PKS SULTENG

Komisi I DPRD Sulteng Dorong Penganggaran Honorarium KPID dan KI yang Proporsional

14 Januari 2026 - 12:49

DPRD SULTENG

Korban Banjir Aceh Terima Kiriman 1.000 Paket Abon dari Masyarakat Sulteng

14 Januari 2026 - 12:00

Yakesma Sulteng
Trending di Daerah