PALU,netiz.id — Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam mendukung pembangunan sektor kelautan di daerah tersebut. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri Gala Dinner Satgas Operasi Trisila 25 Tahap III Koarmada II yang digelar di atas KRI Teluk Ende-571, Pelabuhan Pantoloan, Senin (15/09/25). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-80 TNI AL.
Dalam sambutannya, Wagub Reny mengatakan, Sulawesi Tengah, dengan garis pantai yang panjang dan potensi maritim besar, sangat membutuhkan kolaborasi TNI AL. Tidak hanya menjaga keamanan laut, tetapi juga membantu pembinaan potensi maritim. Kami berharap sinergi ini semakin kuat ke depan.
Satgas Trisila 25 juga melaksanakan berbagai kegiatan sosial di daerah, mulai dari bakti kesehatan, donor darah, hingga penyuluhan metode penangkapan ikan yang ramah lingkungan. Program-program ini sejalan dengan visi pembangunan daerah melalui program “Berani Sehat” dan pemberdayaan nelayan melalui “Berani Tangkap Banyak”, yang menjadi prioritas pemerintah provinsi.
“Kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah daerah, yaitu Berani Sehat dan pemberdayaan nelayan melalui Berani Tangkap Banyak,” ucap Wagub Reny.
Selain menekankan kolaborasi, Wagub Reny juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh jajaran TNI AL.
“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sulawesi Tengah, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-80 kepada TNI Angkatan Laut. Semoga TNI AL semakin profesional, modern, tangguh, dan menjadi kebanggaan rakyat Indonesia,” ucapnya.
Komandan Lanal Palu, Kolonel Laut (P) Marthinus Sir, menambahkan bahwa TNI AL tidak hanya bertugas menjaga pertahanan laut, tetapi juga hadir langsung membantu masyarakat melalui berbagai program sosial dan edukasi kelautan.
“Selain menjaga laut, TNI AL juga melaksanakan bakti sosial, penyuluhan untuk nelayan di Donggala, pencegahan illegal fishing, hingga bantuan sosial dan edukasi kelautan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Komandan Satgas Trisila, Kolonel Laut (P) Choirul Rizqin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini semakin meriah dengan latihan pendaratan Marinir di Pantai Talise dan Dermaga Pantoloan pada 15–16 September, serta program open ship di KRI Teluk Ende-571 yang dapat dikunjungi pelajar dan masyarakat umum.
KRI Teluk Ende-571 sendiri telah berlayar sejak 19 Agustus selama 37 hari, singgah di sejumlah pangkalan di Nusantara, dan setelah Palu dan Donggala, kapal perang ini akan melanjutkan pelayarannya ke Balikpapan. (KB/*)




