DONGGALA,netiz.id — Polemik di Desa Loli Tasiburi, Kecamatan Banawa, memicu turunnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) yang mengadakan pertemuan pada Rabu lalu (23/01/24) di kantor Desa Loli Tasiburi.
Pertemuan dihadiri oleh pihak kecamatan, desa, Babinsa, bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat.
Polemik muncul karena desas-desus tentang wacana pemberhentian perangkat desa di desa tersebut. Kejadian ini disebabkan oleh KTP ke tiga perangkat desa Tasiburi yang tidak berasal dari desa tersebut.
Moh. Ikbal Paliua, Kabid Pembinaan Administrasi Pemerintahan dan Keuangan Desa (PAPKDesa), menyatakan bahwa berdasarkan undang-undang dan regulasi yang berlaku, perangkat desa wajib memiliki KTP di desa tempatnya bertugas.
“Saya pikir ini menjadi bahan evaluasi untuk Kepala Desa dalam mengambil kebijakan sebagai pemimpin di desa, serta berkoordinasi dengan Camat dan Dinas PMD,” ujarnya.
Sementara itu, Kadis PMD, Fauziah, menyampaikan bahwa pihaknya mendengar masukan dari warga dan memutuskan memberikan waktu seminggu kepada Kades Ludin untuk mengambil keputusan sesuai regulasi yang berlaku.

Kadis PMD, Fauziah saat memberikan sambutan pada rapat yang digelar di kantor desa loli tasiburi, Selasa kemarin (23/01/24). Photo: netiz.id
“Silakan mengambil keputusan dan kebijakan sesuai regulasi yang ada. Kita semua menginginkan yang terbaik untuk Desa Loli Tasiburi, dan setelah itu, saya berharap roda pemerintahan di Desa Loli Tasiburi berjalan seperti biasa,” ucapnya.
Di sisi lain, Kades Loli Tasiburi, Ludin, ketika dikonfirmasi oleh media ini, menyatakan bahwa diberikan waktu seminggu untuk mengevaluasi tiga perangkat desa dan melakukan penyaringan.
“Kami juga akan membentuk panitia pemilihan perangkat desa, dengan ujian baik lisan maupun tulisan. Keinginan ketiga perangkat desa untuk tetap bekerja di kantor desa juga akan dipertanyakan. Jika tidak, mereka diminta untuk menyampaikan surat pengunduran diri sebagai perangkat desa,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kades menyatakan bahwa dalam proses penyaringan, masyarakat atau warga Loli Tasiburi akan diundang, sehingga semua dilakukan secara terbuka.
“Kami juga akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak PMD dan Kecamatan sebagai atasan,” pungkasnya. (KB)




