NETIZ.ID,Donggala – Sudah sebulan tumpukan sampah di bak Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang terletak di samping jembatan penyebrangan Anjungan Gonenggati belum juga di angkut oleh petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Donggala.
Karim salah seorang warga yang seminggu dua kali membuang sampah di bak TPS dekat jembatan penyebrangan mengatakan bahwa sudah hamper sebulan tumpukan sampah tersebut belum juga di angkut oleh petugas kebersihan. Selasa (23/11)
Dirinya mengaku bahwa sampah berserahkan ini bukan karna warga membuang sampah di luar bak. Akan tetapi bak TPS sudah full.
“ Sudah hampir sebulan sampah di bak TPS belum di angkut oleh petugas,” Ungkapnya
Lanjut dia, Bagaimana kinerja kadis DLH ini terkait sampah. Sedangkan kegiatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) katanya di gelar tanggal 24 akan dimulai. Donggala yang jadi tuan rumah, merasa malu lah menjadi tuan rumah kalau sampah berserahkan dimana-mana.
Sementara itu petugas kebersihan, Ilis mengatakan bahwa sampah di bak TPS belum di angkut disebabkan belum terebayarkan insentif atau gaji selama lima bulan lamanya.

Ilis, Sopir truk petugas kebersihan DLH Donggala
“Lima bulan kami belum terima gaji pak, terhitung dari bulan Juni sampai Oktober,”kata Ilis supir truk pengangkut sampah
Ilis menjelaskan lima bulan gaji yang belum diterinma itu untuk supir truk pengangkut sampah, sedangkan penyapu jalan dan karnet mobil pengangkut sampah tiga bulan belum terima gaji.
“Kami sudah mogok kerja selama tiga minggu, akibatnya sampah sudah berserakan, kami sudah bersepakat supir, karnet, dan penyapu jalan tidak akan bekerja sebelum gaji kami dibayarkan”sebutnya.
“Gaji Tukang sapu itu sebulan 750rb, karnet mobil sampah yang menaikan dan membuang sampah 1,2jt perbulan, dan supir 1jt perbulan, ini yang kami tuntut pak, dibayarkan dulu baru kami kerja lagi,” Tambahnya
Seperti yang dilansir Sulteng Raya, Sabtu (20/11)RED yang mengatakan bahwa kepala Dinas DLH, Hermanto mengaku bahwa anggaran untuk penegelolahan sampah telah habis.
Kata dia, DLH hanya diberikan anggaran penanganan sampah selama lima bulan, tetapi petugas bekerja sampai bulan Oktober berarti terhitung sudah 10 bulan.
“ Jadi karena sudah tidak menerima gaji selama lima bulan, makanya mereka tidak mau lagi bekerja,” Bebernya
Selain itu kata dia, mulai dari bulan Juli hingga Oktober 2021, Petugas kebersihan DLH telah melaksanakan kewajibannya, untuk menutupi biaya operasional bahan bakar mobil selama lima bulan terakhir. Pihaknya terpaksa berhutang. Demikian Hermanto (KB/MS)




