Menu

Mode Gelap

Daerah · 23 Nov 2021

Tumpukan Sampah, Gaji Dan Kinerja Kadis DLH Di Pertanyakan Warga


					Karim saat membuang sampah di Bak TPS dekat jembatan penyebrangan Anjungan Gonenggati. Selasa (23/11) Perbesar

Karim saat membuang sampah di Bak TPS dekat jembatan penyebrangan Anjungan Gonenggati. Selasa (23/11)

NETIZ.ID,Donggala – Sudah sebulan tumpukan di bak Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang terletak di samping jembatan penyebrangan Anjungan Gonenggati belum juga di angkut oleh dari (DLH) .

Karim salah seorang warga yang seminggu dua kali membuang sampah di bak TPS dekat jembatan penyebrangan mengatakan bahwa sudah hamper sebulan tumpukan sampah tersebut belum juga di angkut oleh petugas kebersihan. Selasa (23/11)

Dirinya mengaku bahwa sampah berserahkan ini bukan karna warga membuang sampah di luar bak. Akan tetapi bak TPS sudah full.

“ Sudah hampir sebulan sampah di bak TPS belum di angkut oleh petugas,” Ungkapnya

Lanjut dia, Bagaimana kinerja kadis DLH ini terkait sampah. Sedangkan kegiatan Pekan Olahraga Daerah (POPDA) katanya di gelar tanggal 24 akan dimulai. Donggala yang jadi tuan rumah, merasa malu lah menjadi tuan rumah kalau sampah berserahkan dimana-mana.

Sementara itu petugas kebersihan, Ilis mengatakan bahwa sampah di bak TPS belum di angkut disebabkan belum terebayarkan insentif atau gaji selama lima bulan lamanya.

Ilis, Sopir truk petugas kebersihan DLH Donggala

“Lima bulan kami belum gaji pak, terhitung dari bulan Juni sampai Oktober,”kata Ilis supir truk pengangkut sampah

Ilis menjelaskan lima bulan gaji yang belum diterinma itu untuk supir truk pengangkut sampah, sedangkan penyapu dan karnet mobil pengangkut sampah tiga bulan belum terima gaji.

“Kami sudah mogok kerja selama tiga minggu, akibatnya sampah sudah berserakan, kami sudah bersepakat supir, karnet, dan penyapu jalan tidak akan bekerja sebelum gaji kami dibayarkan”sebutnya.

“Gaji Tukang sapu itu sebulan 750rb, karnet mobil sampah yang menaikan dan membuang sampah ,2jt perbulan, dan supir 1jt perbulan, ini yang kami tuntut pak, dibayarkan dulu baru kami kerja lagi,” Tambahnya

Seperti yang dilansir Sulteng Raya, Sabtu (20/11)RED yang mengatakan bahwa kepala Dinas DLH, Hermanto mengaku bahwa anggaran untuk penegelolahan sampah telah habis.

Kata dia, DLH hanya diberikan anggaran selama lima bulan, tetapi petugas bekerja sampai bulan Oktober berarti terhitung sudah 10 bulan.

“ Jadi karena sudah tidak menerima gaji selama lima bulan, makanya mereka tidak mau lagi bekerja,” Bebernya

Selain itu kata dia, mulai dari bulan Juli hingga Oktober , Petugas kebersihan DLH telah melaksanakan kewajibannya, untuk menutupi biaya operasional bahan bakar mobil selama lima bulan terakhir. Pihaknya terpaksa berhutang. Demikian Hermanto (KB/MS)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Gubernur Anwar Hafid Paparkan Hilirisasi Kelapa dan Pariwisata Danau Paisupok ke Bappenas

15 Januari 2026 - 11:31

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Anwar Hafid Dorong Kolaborasi Pemprov Sulteng–ITB untuk Pendidikan, Riset, dan Tata Ruang

15 Januari 2026 - 08:03

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Gubernur Sulteng Jajaki Kerja Sama Strategis dengan ITB, Fokus Beasiswa dan SDM

15 Januari 2026 - 06:25

gubernur sulteng, ANwar Hafid

Inflasi Sulteng Terkendali di Angka 3,31 Persen, TPID Perkuat Stok Pangan Hadapi Idul Fitri 2026

14 Januari 2026 - 19:32

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Wagub Sulteng Pimpin Rapat TPID, Siapkan Strategi Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan

14 Januari 2026 - 19:15

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Wakil Ketua Fraksi PKS, Takwin Tinjau dan Bantu Korban Banjir di Desa Wani

14 Januari 2026 - 18:51

Takwin
Trending di Daerah