Menu

Mode Gelap

Daerah · 15 Sep 2023

TKBM Teluk Lalong dalam Ketidakpastian, Menunggu Solusi yang Adil


					Sekretaris Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (SPTSI) Kabupaten Banggai, Faisal Lalimu.  Photo : ist Perbesar

Sekretaris Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (SPTSI) Kabupaten Banggai, Faisal Lalimu. Photo : ist

LUWUK,netiz.id — Rencana pemindahan kegiatan muat peti kemas dari Pelabuhan ke Pelabuhan Tangkiang yang semula dijadwalkan pada 1 September telah mengalami penundaan selama satu bulan.

Keputusan ini diambil setelah dilakukan pertemuan yang melibatkan sejumlah pihak terkait, termasuk Kabupaten , Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Forum Komunikasi antar Pimpinan Daerah (), dan instansi terkait lainnya.

Pemindahan ini sebelumnya telah diumumkan melalui surat dari Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Luwuk pada tanggal 20 Juli 2023 dengan nomor : AL.203/1/1/UPP.LWK-2023.

Namun, dalam waktu satu bulan ini, aktivitas bongkar muat peti kemas Tanto dan Temas masih tetap berlangsung di Pelabuhan Luwuk.

Sekretaris Serikat Transport Seluruh (SPTSI) , Faisal Lalimu, mengungkapkan bahwa pemindahan tersebut telah menimbulkan keprihatinan di kalangan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Teluk Lalong di Pelabuhan Luwuk. Mereka masih mencari solusi yang tepat untuk mengatasi dampak dari pemindahan ini.

“Karena jika pemindahan bongkar muat peti kemas tetap dilakukan, mereka tidak memiliki keterampilan atau pekerjaan lain yang dapat mereka lakukan untuk mencukupi kebutuhan keluarga mereka.” Ucapnya

Selama satu bulan ini, pemerintah daerah, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Luwuk, dan berbagai pihak terkait akan mengkaji ulang rencana pemindahan ini dengan mempertimbangkan aspek sosial yang lebih luas. Demikian Sekretaris SPTSI Banggai.

Di sisi lain, upaya untuk menjaga ketenangan dan menghindari potensi konflik juga terus dilakukan. Para pengurus dan anggota TKBM Teluk Lalong di Pelabuhan Luwuk diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh pihak tertentu dan bersama-sama mencari solusi yang baik.

Pihak berwenang berharap agar pemangku kepentingan dapat menjalin koordinasi dan komunikasi yang intens, melibatkan TKBM Teluk Lalong maupun TKBM Tangkiang dalam proses ini. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk menemukan solusi yang dapat diterima oleh semua pihak yang terlibat. (TIM)

Artikel ini telah dibaca 162 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Jembatan Lero Tergerus Banjir, Warga Harap Tindakan Cepat Pemerintah

12 Januari 2026 - 08:57

Jembatan Lero Donggala

Bukit Salena Dilirik Jadi Pusat Paralayang, Anwar Hafid Dorong Peran Anak Muda dan Pariwisata

12 Januari 2026 - 07:09

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Empat Desa di Tanantovea Terdampak Banjir, Warga Mengungsi Mandiri

12 Januari 2026 - 07:04

Banjir Tanantovea

Gubernur Anwar Hafid Tinjau Paralayang Bukit Salena, Siap Jadi Ikon Olahraga Dirgantara Sulteng

12 Januari 2026 - 06:24

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Tinjau Wisata Paralayang, Gubernur Anwar Hafid Salat Magrib di Bukit Salena

11 Januari 2026 - 06:48

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Geo Portal Jadi Andalan Pemprov Sulteng, Anwar Hafid: Ini Kebanggaan Daerah

10 Januari 2026 - 15:59

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah