LUWUK,netiz.id — Rencana pemindahan kegiatan bongkar muat peti kemas dari Pelabuhan Luwuk ke Pelabuhan Tangkiang yang semula dijadwalkan pada 1 September 2023 telah mengalami penundaan selama satu bulan.
Keputusan ini diambil setelah dilakukan pertemuan yang melibatkan sejumlah pihak terkait, termasuk Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Forum Komunikasi antar Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan instansi terkait lainnya.
Pemindahan ini sebelumnya telah diumumkan melalui surat resmi dari Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Luwuk pada tanggal 20 Juli 2023 dengan nomor : AL.203/1/1/UPP.LWK-2023.
Namun, dalam waktu satu bulan ini, aktivitas bongkar muat peti kemas Tanto dan Temas masih tetap berlangsung di Pelabuhan Luwuk.
Sekretaris Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (SPTSI) Kabupaten Banggai, Faisal Lalimu, mengungkapkan bahwa pemindahan tersebut telah menimbulkan keprihatinan di kalangan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Teluk Lalong di Pelabuhan Luwuk. Mereka masih mencari solusi yang tepat untuk mengatasi dampak dari pemindahan ini.
“Karena jika pemindahan bongkar muat peti kemas tetap dilakukan, mereka tidak memiliki keterampilan atau pekerjaan lain yang dapat mereka lakukan untuk mencukupi kebutuhan keluarga mereka.” Ucapnya
Selama satu bulan ini, pemerintah daerah, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Luwuk, dan berbagai pihak terkait akan mengkaji ulang rencana pemindahan ini dengan mempertimbangkan aspek sosial yang lebih luas. Demikian Sekretaris SPTSI Banggai.
Di sisi lain, upaya untuk menjaga ketenangan dan menghindari potensi konflik juga terus dilakukan. Para pengurus dan anggota TKBM Teluk Lalong di Pelabuhan Luwuk diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh pihak tertentu dan bersama-sama mencari solusi yang baik.
Pihak berwenang berharap agar pemangku kepentingan dapat menjalin koordinasi dan komunikasi yang intens, melibatkan TKBM Teluk Lalong maupun TKBM Tangkiang dalam proses ini. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk menemukan solusi yang dapat diterima oleh semua pihak yang terlibat. (TIM)




