Menu

Mode Gelap

Daerah · 7 Nov 2025

Syarifudin Hafid Sebut Nelayan Pilar Ekonomi Maritim, Sinergi Harus Diperkuat


					Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Sulawesi Tengah, Syarifudin Hafid, menyampaikan arahan pada Rembuk Nelayan dan Rapat Kerja Teknis Perikanan Tangkap Kabupaten Morowali yang digelar di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kamis (06/11/25). FOTO: istimewa Perbesar

Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Sulawesi Tengah, Syarifudin Hafid, menyampaikan arahan pada Rembuk Nelayan dan Rapat Kerja Teknis Perikanan Tangkap Kabupaten Morowali yang digelar di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kamis (06/11/25). FOTO: istimewa

,netiz.id — Ketua DPD (HNSI) Provinsi Sulawesi Tengah, , menegaskan bahwa nelayan merupakan pilar utama dalam menopang ekonomi maritim Indonesia. Karena itu, ia menilai perlunya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, organisasi nelayan, dan perguruan tinggi untuk membangun sektor perikanan tangkap yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Syarifudin saat menghadiri Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Perikanan Tangkap dan Rembuk Nelayan Kabupaten Morowali yang digelar di Kafe Puncak Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kamis (06/11/25).

Dalam forum yang mempertemukan para pelaku utama sektor kelautan dan perikanan itu, II DPRD Sulteng itu juga menilai Morowali memiliki potensi besar dalam pengembangan perikanan tangkap. Namun, menurutnya, potensi tersebut masih membutuhkan menyeluruh, baik dari sisi kebijakan pemerintah, infrastruktur pendukung, maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia nelayan.

“Nelayan adalah pilar ekonomi maritim kita. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga mampu berkembang dan sejahtera,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi pemerintah, HNSI, dan lembaga pendidikan merupakan kunci untuk memperkuat sektor perikanan ke depan.

Dalam kesempatan itu, Syarifudin juga menekankan pentingnya rembuk nelayan sebagai ruang diskusi yang mampu menyerap aspirasi dan merumuskan solusi atas berbagai persoalan di lapangan. Menurutnya, forum dialog seperti ini memungkinkan setiap hambatan yang dihadapi nelayan dapat diidentifikasi dan diselesaikan secara terukur melalui langkah-langkah konkret yang berpihak pada masyarakat pesisir.

Kegiatan yang digelar oleh Daerah Kabupaten Morowali tersebut turut dirangkaikan dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Universitas dan terkait pengembangan sumber daya kelautan dan perikanan. ini diharapkan dapat memperkuat dukungan akademik dan riset untuk mendorong kemajuan sektor kelautan daerah. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Komisi I DPRD Sulteng–KPID Duduk Bersama, Fokus Pengawasan Penyiaran

12 Januari 2026 - 14:05

DPRD SULTENG

DPRD Sulteng Dukung Penguatan Sinergi TNI AL melalui Kunjungan Kerja Komandan Komando

12 Januari 2026 - 13:46

DPRD SULTENG

Jembatan Lero Tergerus Banjir, Warga Harap Tindakan Cepat Pemerintah

12 Januari 2026 - 08:57

Jembatan Lero Donggala

Bukit Salena Dilirik Jadi Pusat Paralayang, Anwar Hafid Dorong Peran Anak Muda dan Pariwisata

12 Januari 2026 - 07:09

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Empat Desa di Tanantovea Terdampak Banjir, Warga Mengungsi Mandiri

12 Januari 2026 - 07:04

Banjir Tanantovea

Gubernur Anwar Hafid Tinjau Paralayang Bukit Salena, Siap Jadi Ikon Olahraga Dirgantara Sulteng

12 Januari 2026 - 06:24

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah