PALU,netiz.id – Anggota DPRD Kota Palu, M. Sultan Amin B, mengusulkan agar pedagang UMKM, khususnya yang bergerak di sektor kuliner, di kawasan Bambaru dapat mendapatkan tempat yang tertata dengan rapi dan tertib. Usulan ini disampaikan saat melaksanakan reses di Jalan Datu Pamusu, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, pada Selasa kemarin (22/04/25).
Menurut Sultan Amin, keberadaan para pedagang kuliner di kawasan tersebut perlu ditata agar lingkungan tetap bersih dan nyaman, namun tetap memberikan peluang bagi mereka untuk berjualan. “Teknis pelaksanaannya tentu akan kita atur bersama agar lingkungan tetap bersih dan tertata,” ujarnya.
Selain itu, Politisi Gerindra Palu Barat itu juga menyarankan agar Pemerintah Kota Palu memberikan bantuan tempat jualan yang layak bagi para pedagang. “Jika memungkinkan, mari kita bantu para pedagang ini untuk mendapatkan tempat yang layak dan, jika bisa, bantu juga dari segi permodalan. Namun, saya berharap agar mereka tidak dikenai biaya sewa tempat, cukup dikenakan retribusi harian yang bisa didiskusikan lebih lanjut, misalnya Rp3.000 atau Rp5.000,” tambahnya.
Sultan Amin menegaskan bahwa ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pengembangan UMKM di Kota Palu. Ia juga berharap dapat bekerja sama dengan Dinas Perindag dan dinas terkait lainnya untuk mewujudkan usulan tersebut, serta memastikan tempat-tempat berjualan telah disepakati bersama, termasuk fasilitas pendukung seperti MCK atau toilet umum yang memadai.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Palu itu juga menyoroti masalah fasilitas toilet umum di kawasan Bambaru yang tidak dapat digunakan. Ia mendapat informasi dari keluarganya bahwa fasilitas tersebut dalam keadaan tidak terpakai sama sekali. “Masalah ini sudah saya tanyakan langsung di DPR kepada Kepala Dinas, Pak Sulcipli, dan katanya memang sedang dalam proses usulan perbaikan. Saya akan bantu sampaikan kembali agar segera diperhatikan,” katanya.
Tak hanya itu, Sultan Amin juga menyebutkan masalah fasilitas toilet dan tempat wudu di musala setempat yang masih bermasalah. Ia berjanji akan mengkomunikasikan hal tersebut kepada Dinas Perindag agar segera ditangani dan dimanfaatkan kembali oleh masyarakat, khususnya para keluarga yang tinggal di kawasan Bambaru sebagai pendatang. (KB)




