DONGGALA,netiz.id — Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Banawa mulai menerapkan sistem pemilihan mata pelajaran lintas jurusan bagi siswa kelas XI, sebagai bagian dari penguatan implementasi Kurikulum Merdeka. Hal ini disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Syarif Ibrahim, mewakili Kepala SMKN 1 Banawa, Slamet Indradi.
Syarif menjelaskan, sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka Belajar, siswa kelas X yang akan naik ke kelas XI diberikan kesempatan untuk memilih satu mata pelajaran pilihan yang dapat diambil dari luar jurusan asal mereka.
“Misalnya, siswa dari jurusan Akuntansi yang memiliki minat di bidang teknik diperbolehkan memilih mata pelajaran dari jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM). Namun, mereka tidak boleh memilih mata pelajaran pilihan dari jurusan yang sama,” jelas Syarif saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Jum’at (20/06/25).
Selain lintas jurusan, siswa juga dapat memilih mata pelajaran umum seperti Bahasa Inggris, Matematika, maupun mata pelajaran dari rumpun Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) seperti Biologi dan Kimia, sesuai dengan bakat dan minat masing-masing.
Langkah ini, kata Syarif, bertujuan untuk mengakomodasi potensi siswa secara lebih fleksibel, sekaligus memberi ruang bagi mereka yang ingin memperkuat kompetensi di bidang tertentu.
Dalam kesempatan yang sama, Syarif juga mengungkapkan bahwa SMKN 1 Banawa akan melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada bulan November mendatang. Tes ini mencakup empat mata pelajaran utama, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan mata pelajaran pilihan.
“Nantinya, siswa akan memperoleh sertifikat TKA dari kementerian di Jakarta. Sertifikat ini menjadi salah satu syarat administratif bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” terangnya.
Sertifikat TKA tersebut juga akan menjadi acuan saat siswa mendaftar ke jenjang pendidikan berikutnya, mulai dari SD ke SMP, SMP ke SMA/SMK, hingga SMA/SMK ke perguruan tinggi.
“Ini menjadi bagian penting dari proses seleksi dan pemetaan kemampuan akademik siswa secara nasional,” pungkas Syarif. (KB)




