Menu

Mode Gelap

Daerah · 19 Sep 2024

Sekkot Palu Hadiri sosialisasi Refleksi Enam Tahun Bencana Likuefaksi


					Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo saat melakukan sesi foto bersama dalam acara Sosialisasi Refleksi Enam Tahun Bencana Likuefaksi di Swiss Bell Hotel Palu. //FOTO:JUFRI Perbesar

Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo saat melakukan sesi foto bersama dalam acara Sosialisasi Refleksi Enam Tahun Bencana Likuefaksi di Swiss Bell Hotel Palu. //FOTO:JUFRI

PALU,netiz.idWali Kota Palu diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Palu, Pettalolo, menghadiri sosialisasi “Refleksi Enam Tahun Bencana Likuefaksi” yang diselenggarakan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kegiatan ini mengenang enam tahun bencana bumi, , dan likuefaksi yang melanda , Sigi, dan Donggala pada 28 September 2018. Hal ini mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengajak meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap bencana.

Gubernur Sulawesi Tengah diwakili oleh Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Rudy Dewanto, menyampaikan sambutan tertulis. Dalam sambutannya, Rudy menegaskan bahwa bencana yang terjadi enam tahun lalu meninggalkan dampak luar biasa bagi masyarakat, dengan lebih dari 4.800 jiwa dan ribuan rumah hancur akibat likuefaksi.

“Bencana gempa bumi dengan magnitudo 7,4 SR pada 28 September 2018 telah memicu tsunami dan likuefaksi yang mengubur ribuan rumah serta menyebabkan korban jiwa dan pengungsian besar-besaran. Hal ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa Sulawesi Tengah adalah wilayah yang sangat rentan terhadap bencana alam,” ujarnya, Kamis (19/09/24).

Rudy juga memaparkan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana belum sepenuhnya selesai meskipun berbagai upaya telah dilakukan. Berdasarkan data monitoring terbaru, hingga Juni , lebih dari 91% rumah yang terdampak bencana telah dibangun kembali melalui dana stimulan, dan lebih dari 8.500 keluarga sudah menempati (huntap).

“Progres hingga tahun ini mencapai 91,60%. Sisa 8,4% yang belum terselesaikan akan menjadi fokus pemerintah pada tahun anggaran ,” jelas Rudy.

Selain mengapresiasi upaya pemerintah dan pihak terkait, Rudy mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi dalam memperkuat mitigasi bencana. “Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan literasi dan kesiapsiagaan kita semua dalam menghadapi bencana alam. Apresiasi tinggi kami sampaikan kepada Badan Geologi Kementerian ESDM atas inisiatif ini,” pungkasnya.

Acara ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi langkah-langkah yang telah dilakukan serta menguatkan komitmen bersama dalam memitigasi risiko di masa depan. (Dg)

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Anwar Hafid Dorong Kolaborasi Pemprov Sulteng–ITB untuk Pendidikan, Riset, dan Tata Ruang

15 Januari 2026 - 08:03

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Gubernur Sulteng Jajaki Kerja Sama Strategis dengan ITB, Fokus Beasiswa dan SDM

15 Januari 2026 - 06:25

gubernur sulteng, ANwar Hafid

Inflasi Sulteng Terkendali di Angka 3,31 Persen, TPID Perkuat Stok Pangan Hadapi Idul Fitri 2026

14 Januari 2026 - 19:32

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Wagub Sulteng Pimpin Rapat TPID, Siapkan Strategi Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan

14 Januari 2026 - 19:15

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Wakil Ketua Fraksi PKS, Takwin Tinjau dan Bantu Korban Banjir di Desa Wani

14 Januari 2026 - 18:51

Takwin

Relawan PKS Bersihkan Rumah Lansia Korban Banjir di Desa Wani

14 Januari 2026 - 17:52

PKS SULTENG
Trending di Daerah