PALU,netiz.id – Wali Kota Palu diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, menghadiri sosialisasi “Refleksi Enam Tahun Bencana Likuefaksi” yang diselenggarakan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Kegiatan ini mengenang enam tahun bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi yang melanda Palu, Sigi, dan Donggala pada 28 September 2018. Hal ini mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap bencana.
Gubernur Sulawesi Tengah diwakili oleh Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Rudy Dewanto, menyampaikan sambutan tertulis. Dalam sambutannya, Rudy menegaskan bahwa bencana yang terjadi enam tahun lalu meninggalkan dampak luar biasa bagi masyarakat, dengan lebih dari 4.800 korban jiwa dan ribuan rumah hancur akibat likuefaksi.
“Bencana gempa bumi dengan magnitudo 7,4 SR pada 28 September 2018 telah memicu tsunami dan likuefaksi yang mengubur ribuan rumah serta menyebabkan korban jiwa dan pengungsian besar-besaran. Hal ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa Sulawesi Tengah adalah wilayah yang sangat rentan terhadap bencana alam,” ujarnya, Kamis (19/09/24).
Rudy juga memaparkan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana belum sepenuhnya selesai meskipun berbagai upaya telah dilakukan. Berdasarkan data monitoring terbaru, hingga Juni 2024, lebih dari 91% rumah yang terdampak bencana telah dibangun kembali melalui dana stimulan, dan lebih dari 8.500 keluarga sudah menempati hunian tetap (huntap).
“Progres hingga tahun ini mencapai 91,60%. Sisa 8,4% yang belum terselesaikan akan menjadi fokus pemerintah pada tahun anggaran 2025,” jelas Rudy.
Selain mengapresiasi upaya pemerintah dan pihak terkait, Rudy mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi dalam memperkuat mitigasi bencana. “Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan literasi dan kesiapsiagaan kita semua dalam menghadapi bencana alam. Apresiasi tinggi kami sampaikan kepada Badan Geologi Kementerian ESDM atas inisiatif ini,” pungkasnya.
Acara ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi langkah-langkah penanganan bencana yang telah dilakukan serta menguatkan komitmen bersama dalam memitigasi risiko di masa depan. (Dg)




